<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
	<channel>
		<title>https://pba.iainsasbabel.ac.id/</title>
		<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/feed</link>
		<language>id-ID</language>
		<description>Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN SAS Babel</description>
		<dc:language>id-ID</dc:language>
		<dc:creator>fsei@iainsasbabel.ac.id</dc:creator>
		<image>
			<url>https://pba.iainsasbabel.ac.id/assets/images/logo/1653ae2b5e8454127705127825b3be9c.png</url>
			<title>Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN SAS Babel</title>
			<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/</link>
		</image>

		<dc:rights>Copyright 2026</dc:rights>
		<admin:generatorAgent rdf:resource="https://pba.iainsasbabel.ac.id/" />

		
			<item>
				<title>Info Ujian Rutin Fakultas Tarbiyah Periode I Tahun 2026</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/info-ujian-rutin-fakultas-tarbiyah-periode-i-tahun-2026</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/info-ujian-rutin-fakultas-tarbiyah-periode-i-tahun-2026</guid>
				<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 12:41:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Merangka Bahasa Arab dalam Balutan Tradisi dan Inovasi, Quo Vadis Pembelajaran Bahasa Arab di Era Kecerdasan Artifisial</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/merangka-bahasa-arab-dalam-balutan-tradisi-dan-inovasi-quo-vadis-pembelajaran-bahasa-arab-di-era-kecerdasan-artifisial</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/merangka-bahasa-arab-dalam-balutan-tradisi-dan-inovasi-quo-vadis-pembelajaran-bahasa-arab-di-era-kecerdasan-artifisial</guid>
				<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 08:09:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Bangka (17/10/2025) Dengan semarak, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu (KDT) Internasional via <i>Zoom Meeting&nbsp;</i>secara daring, pada 16 Oktober 2025.</p><p style="text-align:justify;">Tajuk utama dalam kegiatan ini&nbsp;<strong>نـحو إطار توظيفي لتعليم اللغة العربية بين الثابت والـمتحول في&nbsp;عصر</strong> <strong>الذكاء الاصطناعي: منظور الثقافة الإسلامية والـمحلية</strong>/<i><strong>Naḥwa Iṭār Tawẓīfī li-Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah baina al-Thābit wa al-Mutaḥawwil fī ‘Aṣr al-Dzakā’ al-Iṣṭinā‘ī: Manẓūr al-Thaqāfah al-Islāmiyyah wa al-Maḥalliyyah</strong></i>&nbsp;dengan&nbsp;mengundang pembicara utama dari negeri jiran, <i><strong>Dr. Md. Noor bin Hussin</strong></i>, Dekan Fakultas Pengajian Peradaban Islam,Pensyarah Kanan dalam Bidang Linguistik dan Bahasa Arab, Universitas Islam Selangor, Malaysia.</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan – yang menjadi agenda fundamental pengembangan dan peningkatan kualitas program studi ini – dipandu oleh MC: <i><strong>Yusinta Putriana</strong></i> dan <i><strong>Nia Ramdani</strong></i>, Mahasiswa PBA semester III dan disambut meriah oleh Ketua program Studi Pendidikan Bahasa Arab, <i><strong>Ela Isnani Munawwaroh, M.Pd.</strong></i> serta dibuka resmi oleh <i><strong>Dr. Soleha, M.A </strong></i>selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Melacak beberapa istilah dalam tajuk kegiatan ini, ada hal yang patut untuk kembali direnungkan dalam lingkup pembelajaran Bahasa Arab. Lema&nbsp;<strong>إطار</strong> <strong>توظيفي</strong>&nbsp;<i><strong>Iṭār Tawẓīfī</strong></i> merupakan sinyalemen penting dalam perkembangan pembelajaran Bahasa Arab. Lema tersebut, secara ringkas, didefinisikan sebagai pendekatan yang disebut <strong>Pendekatan Fungsional</strong>. Dalam telaah sumber, pendekatan fungsional diartikan sebagai pendekatan yang bertitik tolak pada <strong>fungsi&nbsp;</strong>dan <strong>penggunaan praktis.&nbsp;</strong></p><p style="text-align:justify;">Sesuai dengan lingkup tajuk, pembelajaran bahasa Arab seyogyanya berfokus kepada fungsi bahasa Arab dan penggunaannya dalam interaksi dan komunikasi. Pembelajaran tidak hanya sebatas pada aras penguasan teori bahasa (baca: nahwu, sharaf, balaghah dan lain-lain) tetapi juga bagaimana bahasa itu digunakan secara nyata.</p><p style="text-align:justify;">Paragraf tersebut membuat irisan dengan lema&nbsp;<strong>الثابت والمتحول&nbsp;</strong><i><strong>al-Thābit wa al-Mutaḥawwil</strong></i>. Dua lema ini – pernah menjadi judul disertasi cendikiawan Arab, Ali Ahmad Said, yang terkenal dengan nama pena : Adonis, yaitu&nbsp;<strong>الثابت والمتحول: بحث في الإبداع والإتباع عند العرب&nbsp;</strong>– bersinggungan dalam hal bagaimana memperkuat konsep dan alur pendekatan fungsional. Pendekatan fungsional tidak hanya bermain di satu sisi.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Teori bahasa yang dominan pada penguasaan kaidah bahasa Arab lekat dengan wacana&nbsp;<strong>الثابت&nbsp;</strong><i><strong>al-Thābit</strong></i> yang bersentuhan dan berkesinambungan dengan sisi sumber-sumber tradisi (al-Qur’an, Hadis, Kitab-kitab para ulama). Di sisi lain, pendekatan fungsional juga membuka diri dengan wacana&nbsp;<strong>المتحول&nbsp;</strong><i><strong>al-Mutaḥawwil</strong></i> yang senantiasa bersentuhan dengan perkembangan zaman dan pembaruan dalam ranah kajian terbaru dalam bidang kurikulum dan teknologi pembelajaran. Kolaborasi antara dua lema tersebut dapat menjadi terobosan dan upaya dalam mewujudkan tujuan pembelajaran Bahasa Arab.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Sebagai contoh praktis, materi pembelajaran Bahasa Arab yang sering digambarkan baku dan kaku (bagian dari tradisi) akan menjadi segar dan hidup melalui telaah mendalam pada strategi pengajaran dan pembelajaran terkini yang dipadukan dengan penggunaan media dan teknologi yang berkembang (bagian dari inovasi). Dengan demikian, akan lebih terasa jadinya bagaimana bahasa digunakan dan bagaimana kompetensi berbahasa dapat diperoleh secara maksimal.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Seturut dengan itu, perkembangan media dan teknologi sebagai wujud inovasi yang dapat digunakan ke berbagai dimensi dan lini, mencapai posisi tinggi. para ahli menisbatkan keberadaannya sebagai sebuah periode/era dalam babakan kehidupan manusia. Sebutlah ia dengan era AI atau Kecerdasan Artifisial <i><strong>‘Aṣr al-Dzakā’ al-Iṣṭinā‘ī</strong></i>&nbsp;<strong>عصر الذكاء الاصطناعي</strong>. Tak dapat dimungkiri, AI mendapat tempat dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa Arab. Bagi pembelajar, contohnya, keberadaan aplikasi atau <i>platform</i> <i>Gemini</i>, <i>Chat GPT</i>, <i>AI Translate</i> dapat membantu pembelajaran bahasa Arab dalam hal analisis bahasa dan pemahamannya. Demikian halnya, bagi pengajar, keberadaan mereka dapat memperkuat peranan pengajar - bukan pengganti – dalam mentransfer materi dan pesan pembelajaran.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Keberadaan AI sebagai bagian inovasi tentunya tidak semuanya putih dengan peluang dan harapan. Baik sebagai pengajar maupun pembelajar, semestinya memperhatikan sisi hitamnya. Mendayagunakan AI secara mutlak sebagai solusi untuk menuntaskan segala perkara adalah sikap latah dan lewah. Penggunaan AI yang latah tanpa kontrol memberi dampak pada hakikat dan nilai kemanusiaan. Misalnya, munculnya rasa malas, ketergantungan diri, minimnya usaha, tidak adanya sikap amanah, serta keringnya nilai dan makna dalam belajar. Untuk menyaring supaya hal itu tidak terjadi, di situlah peranan nilai-nilai agama Islam dan budaya. Inilah yang menjadi tugas besar bagi siapapun yang menjalankan perannya dalam merumuskan pembelajaran bahasa Arab ke depan.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Pemaparan materi narasumber makin menarik saat muncul reaksi dari peserta. Diskusi yang dipandu oleh moderator, Iskandi, M.Pd.I. menjadi ruang hangat untuk saling berbagi tanggapan, komentar, tanya jawab. Terlebih lagi, peserta yang hadir bukan hanya dari kalangan mahasiswa melainkan juga dari pihak luar kampus dan luar negeri, yaitu para guru di SMA Negeri 1 Jebus, Ustadzah Noor Ali (Libya) dan Dr. Alaa Sa’ad Azhariy (Mesir).</p><p style="text-align:justify;">Pelaksanaan Kuliah Dosen Tamu (KDT) Internasional merupakan agenda fundamental untuk peningkatan kualitas akademik program studi agar terjalinnya kolaborasi lintas negara dan institusi pendidikan serta merekonstruksi langkah dan gerak dalam pembelajaran bahasa Arab di hadapan sengitnya perubahan. (*)</p><p style="text-align:justify;">(*) M. Thaib Rizki</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Kembali Ke Permukaan di Tahun 2025, Fatimah Azzahra Mahasiswa Prodi PBA IAIN SAS Babel memperoleh Predikat Pemakalah Terbaik 2 pada ISCALT 2025</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/kembali-ke-permukaan-di-tahun-2025-fatimah-azzahra-mahasiswa-prodi-pba-iain-sas-babel-memperoleh-predikat-pemakalah-terbaik-2-pada-iscalt-2025</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/kembali-ke-permukaan-di-tahun-2025-fatimah-azzahra-mahasiswa-prodi-pba-iain-sas-babel-memperoleh-predikat-pemakalah-terbaik-2-pada-iscalt-2025</guid>
				<pubDate>Sun, 07 Sep 2025 02:33:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Bangka (07/09/2025) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengikuti <i>International Students Conference on Arabic Language And Teaching&nbsp;</i>(ISCALT)&nbsp;via <i>Zoom</i> secara daring. Konferensi – yang diinisiasi oleh Departemen Sastra Arab Universitas Negeri Malang -&nbsp; ini dibalut dalam tema &nbsp;ا<strong>للغة العربية لأغراض خاصة: الـجسر بين النص والاحتراف</strong>&nbsp;/ <i>Arabic for Special Purposes : Bridging Text and Profesionalism&nbsp;</i>dan dikuti oleh&nbsp;&nbsp;mahasiswa dari berbagai strata dan instansi dalam dan luar negeri.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Konferensi ini dibuka dengan pemaparan artikel dari 3 narasumber utama, yaitu Prof Dr. Ayman M. Abdelgadir E. (<i>University of Holy Qur’an dan Science,&nbsp;</i>Sudan), Dr. Said Ardif (<i>Universite Mohammed Premier</i>, Maroko), Dr. Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I. (<i>Universitas Negeri Malang</i>, Indonesia) dan dilanjutkan dengan presentasi panel oleh pemakalah dalam 2 ruang. <i><strong>Fatimah Azzahra</strong></i>, Mahasiswa semester V Prodi PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung ikut ambil bagian setelah lolos dalam proses seleksi dan verifikasi artikel ilmiahnya – yang dipresentasikan dalam konferensi ini- dengan judul&nbsp;<strong>تنمية مهارات المعلم في التفكير الإبداعي: توظيف الشاطئ كبيئة مبتكرة لتعليم اللغة العربية في القرن الحادي والعشرين&nbsp;</strong>&nbsp;/&nbsp;<i>Developing Teachers’ Creative Thinking: Utilizing the Beach as an Innovative Environment for Teaching Arabic in the&nbsp;21st&nbsp;Century</i><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align:justify;">Pada sesi akhir kegiatan, panitia penyelenggara menyampaikan hasil keputusan bahwa &nbsp;<strong>Fatimah Azzahra</strong> mendapatkan predikat "<strong>Pemakalah Terbaik 2</strong>"&nbsp;dalam presentasi panel. &nbsp;"<i>tak terbayangkan awalnya, bahkan langsung menyangkal saat mendengar informasi tersebut. Alhamdulilah, usaha tidak sia-sia. Padahal ada sekitar 150 peserta dari kampus lain yang mempresentasikan makalahnya lengkap dengan gaya bicaranya yang lebih wow dibanding saya. Alhamdulillah, hal ini tidak luput dari arahan pembimbing saya. Terimakasih saya tuturkan kepada Ust. M. Thaib Rizki yang selalu mendukung saya dalam dunia tulis-menulis karya/artikel serta memberikan arahan dalam kegiatan ini."</i> ungkap Fatimah</p><p style="text-align:justify;">Pencapaian Fatimah dalam keikutsertaannya dalam konferensi ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Program Studi PBA. “<i>Jika di bulan Agustus kemarin, Salah seorang dosen yang berpartisipasi sebagai pemakalah, kali ini, kami ucapkan Selamat kepada Fatimah atas pencapaiannya dalam konferensi ini. Lagi-lagi, konferensi ini memberikan tempat bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan dalam menulis berbahasa Arab dan peduli dengan wacana pendidikan dan pembelajaran Bahasa Arab serta unjuk keberanian untuk berbicara di hadapan forum berskala internasional</i>”, tutur Ela Isnani Munawwaroh, M.Pd., selaku Kaprodi PBA.</p><p style="text-align:justify;">Majunya sebuah prodi bukan hanya digenapkan oleh laku dan karya di tangan dosen tetapi juga partisipasi mahasiswa. Sedikit banyaknya, itu secara perlahan membentuk budaya akademik di dalam prodi PBA, apalagi jika terbentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa untuk mewujudkan prodi yang unggul di ranah tridarma penguruan tinggi. (*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pantau Progres Tugas Akhir Mahasiswa, Prodi Pendidikan Bahasa Arab Menggelar Pertemuan Dengan Para Mahasiswa Untuk Menghasilkan Karya Ilmiah Bermutu</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/pantau-progres-tugas-akhir-mahasiswa-prodi-pendidikan-bahasa-arab-menggelar-pertemuan-dengan-para-mahasiswa-untuk-menghasilkan-karya-ilmiah-bermutu</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/pantau-progres-tugas-akhir-mahasiswa-prodi-pendidikan-bahasa-arab-menggelar-pertemuan-dengan-para-mahasiswa-untuk-menghasilkan-karya-ilmiah-bermutu</guid>
				<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 12:54:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Bangka (04/09/2025) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan Pertemuan bertajuk Konsultasi dan Koordinasi Tugas Akhir di aula Fakultas Tarbiyah.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Acara ini diikuti oleh mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir serta dihadiri oleh seluruh dosen Prodi PBA. Kehadiran para dosen menjadi bukti nyata komitmen Prodi dalam mendampingi mahasiswa, khususnya dalam hal penyelesaian studi.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Dalam sambutannya, Ketua Prodi PBA, Ela Isnani Munawwaroh, M.Pd., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah komunikasi antara mahasiswa dan dosen. “<i>Kegiatan ini kami adakan untuk memberikan arahan sekaligus motivasi kepada mahasiswa agar lebih terarah dan segera menyelesaikan tugas akhir. Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak merasa kesulitan dalam menyelesaikan tugas akhirnya</i>.<i> Agar itu tercapainya, diharapkan dengan sangat akan kehadiran dosen untuk mendampingi hingga tuntas secara akademik maupun emosional</i>” ungkap Ketua Prodi PBA.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Selama kegiatan berlangsung, para dosen memberikan pengarahan mengenai berbagai aspek mulai dari pengajuan borang hingga pengajuan skripsi yang akan dipertahankan pada saat ujian akhir. Selain itu, kegiatan konsultasi ini juga membahas hal-hal penting lain yang berkaitan dengan perkuliahan, seperti etika akademik, manajemen waktu, serta persiapan menghadapi ujian-ujian rutin lingkung Fakultas Tarbiyah seperti <i>Seminar Proposal, Komprehensif</i>, dan <i>Munaqasyah.&nbsp;</i>Tak luput juga dengan ragam tes yang harus diikuti seperti <i>Tes Baca Qur’an</i> dan <i>TOAFL</i>. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan tugas akhir tepat waktu, tetapi juga didorong untuk menjaga kualitas akademik serta integritas ilmiah.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala-kendala yang mereka hadapi, baik terkait proses bimbingan maupun teknis penulisan, dan langsung mendapatkan tanggapan serta solusi dari para dosen.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Salah satu dosen pembimbing, Anna Musyarofah, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk menjembatani komunikasi. “<i>Sering kali mahasiswa mengalami kebingungan karena minim komunikasi dengan pembimbing. Kalau pun komunikasi itu ada, lazimnya hanya berkutat pada urusan formalitas seperti jadwal bimbingan. Lewat pertemuan ini, mereka bisa langsung menyampaikan kendala dan mendapatkan solusi. Ini akan mempercepat proses penyelesaian tugas akhir</i>,” ujarnya.</p><p style="text-align:justify;">Di akhir acara, Ketua Prodi PBA kembali mengingatkan mahasiswa agar lebih disiplin dan konsisten.</p><p style="text-align:justify;">“<i>Kami berharap mahasiswa bisa mengatur waktu sebaik mungkin, tidak menunda-nunda, dan berkomitmen menyelesaikan skripsi sesuai target. Prodi PBA akan selalu berusaha memberikan pendampingan terbaik demi melahirkan lulusan yang unggul, profesional dan religius</i>” tegasnya.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa Prodi PBA dapat berjalan lebih lancar, terarah, dan sesuai dengan standar akademik yang berlaku.(*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Selamat Datang Mahasiswa Baru Prodi Pendidikan Bahasa Arab Tahun 2025</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/selamat-datang-mahasiswa-baru-prodi-pendidikan-bahasa-arab-tahun-2025</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/selamat-datang-mahasiswa-baru-prodi-pendidikan-bahasa-arab-tahun-2025</guid>
				<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 01:35:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Sambut Semester Ganjil Di Tahun Ajaran Baru, Prodi PBA Kaji Ulang  dan Rekonstruksi RPS Mata kuliah dalam Mewujudkan Budaya Mutu Akademik Berkualitas</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/sambut-semester-ganjil-di-tahun-ajaran-baru-prodi-pba-kaji-ulang-dan-rekonstrusi-rps-mata-kuliah-dalam-mewujudkan-budaya-mutu-akademik-berkualitas</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/sambut-semester-ganjil-di-tahun-ajaran-baru-prodi-pba-kaji-ulang-dan-rekonstrusi-rps-mata-kuliah-dalam-mewujudkan-budaya-mutu-akademik-berkualitas</guid>
				<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 12:20:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Bangka (01/09/2025) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan <i><strong>Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)</strong></i> secara kolaboratif . Kegiatan yang dilaksanakan di ruangan Prodi PBA dihadiri oleh Kaprodi dan Sekprodi PBA, Unit Penjamin Mutu (UPM) Prodi PBA, dan &nbsp;dosen-dosen PBA.</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh mata kuliah di Prodi PBA memiliki RPS yang sesuai dengan Kurikulum yang berlaku <i><strong>Kurikulum 2019 </strong></i>dan<i><strong> Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka </strong></i><strong>(</strong><i><strong>MBKM</strong></i><strong>)</strong> berbasis <i><strong>Outcome Based Education (OBE)</strong></i>. Pengkajian ulang dan rekonstruksi RPS merupakan salah satu poin dalam proses pembelajaran yang senantiasa di-<i>upgrade </i>dan <i>update </i><span style="background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(51,51,51);">sesuai dengan kebutuhan kurikulum terkini, profil lulusan, serta standar akreditasi</span><i>. </i>Tentunya semua ini bertujuan untuk mewujudkan budaya mutu akademik.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Dalam sambutannya, Ketua Prodi PBA<strong>, </strong>Ela Isnani Munawwaroh,M.Pd, menyampaikan pentingnya penyusunan RPS yang sistematis, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran.</p><p style="text-align:justify;"><i>“RPS bukan hanya sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan pembelajaran yang akan mengarahkan dosen dan mahasiswa dalam proses perkuliahan. Dengan RPS yang baik, mutu pembelajaran akan meningkat, dan lulusan PBA dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,”</i> ujarnya.</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan ini juga menghadirkan pendampingan dari Unit Penjamin Mutu (UPM) Prodi PBA IAIN SAS, Muhamad, M.Pd.I. &nbsp;yang memberikan arahan teknis terkait standar penyusunan RPS sesuai ketentuan KKNI dan SN-Dikti. Para dosen diajak untuk menyusun capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), metode pembelajaran, serta sistem penilaian yang terintegrasi dengan profil lulusan Prodi PBA.</p><p>Dengan tersusunnya RPS ini, diharapkan pembelajaran di Prodi PBA menjadi lebih terarah, konsisten, dan mampu menumbuhkan kompetensi mahasiswa tidak hanya di bidang kebahasaan, tetapi juga pedagogik, penelitian, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab. Tak lain dan tak bukan menuju unggul. (*)</p><p>(*) M. Thaib Rizki</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Lanjutkan Kerjasama Antar Prodi se-Indonesia, Prodi PBA IAIN SAS Babel Ikut Serta dalam MUDALLA V Tahun 2025</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/lanjutkan-kerjasama-antar-prodi-se-indonesia-prodi-pba-iain-sas-babel-ikut-serta-dalam-mudalla-v-tahun-2025</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/lanjutkan-kerjasama-antar-prodi-se-indonesia-prodi-pba-iain-sas-babel-ikut-serta-dalam-mudalla-v-tahun-2025</guid>
				<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 03:14:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Bangka (28/08/2025) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengikuti Konferensi Internasional Bahasa Arab dengan istilah <strong>MUDALLAV</strong> (<strong>المؤتمر الدولي الخامس للغة العربية وآدابها وتعليمها</strong>)&nbsp;via <i>Zoom</i> secara daring. Konferensi – yang diinisiasi oleh Universitas Negeri Malang -&nbsp; ini bertajuk &nbsp;ا<strong>للغة العربية في العالم الـمتحول: تحديات العصر وآفاق الـمستقبل</strong>&nbsp;dan dikuti oleh banyak peserta dari berbagai instansi dalam dan luar negeri.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Narasumber utama dalam konferensi adalah Prof Dr. Muhammad Ali Musa Ibniyan ( Direktur Pusat Bahasa <i>Jordan University of Science and Technology</i>,Yordania), Prof. Dr. Sulaiman Hasan Sulaiman (Alrefak University for Humanitarian and Applied Science, Libya), Prof. Dr. Muhammad Abdur Ridho Qadouh (Lebanese University, Lebanon) dan Dr. Nur Hidayati (Universitas Negeri Malang, Indonesia). Semua narasumber mempresentasikan artikelnya sesuai dengan tema konferensi yang telah ditetapkan. Konsep yang sama-sama mereka sepakati adalah dengan perkembangan zaman dan teknologi yang berjalan saat ini, mau tidak mau, bahasa Arab ikut bergabung ke dalamnya tanpa menghilang identitasnya. Itulah tugas para akademisi atau siapapun berkecimpung dalam upaya penyebaran bahasa Arab di era saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi Pembukaan dan presentasi artikel dari narasumber utama dimulai dari pukul 13.00 -&nbsp;15.00 WIB. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi artikel/makalah dari peserta konferensi bersifat panel dari pukul 15.00 - 16.00 WIB yang dibagi ke dalam 7 ruang. Prodi PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung ikut menyemarakkan konferensi ini dalam 2 bagian; peserta dan pemakalah. Seluruh dosen PBA terdaftar sebagai peserta, sementara sebagai pemakalah diwakilkan oleh M. Thaib Rizki, M.Pd. dengan judul <i><strong>Free Online Writing</strong></i>&nbsp;<strong>مـمارسة الكتابة العربية واختبارها من خلال موقع&nbsp;</strong>.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">“<i>Kami berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam ajang / kegiatan yang menunjang mutu program studi. Sepertinya, hal konferensi ini. Selain sebagai bentuk tindaklanjut kerjasama dalam ranah pengabdian, kegiatan ini adalah wahana bagi para dosen untuk latihan dan unjuk diri meningkatkan kualitas dosen dalam dunia penelitian dan publikasi ilmiah</i>”, ungkap Ela Isnani Munawwaroh, M.Pd., selaku Kaprodi PBA setelah mengikuti rangkaian kegiatan dalam konferensi ini.</p><p style="text-align:justify;">Ikut berpartisipasi dalam konferensi ini semacam upaya kecil dalam membangun budaya mutu akademik. Tak jarang, dari hal yang kecil memberikan dampak yang besar. Tanpa <i>syak wa sangka</i>, tentunya untuk perkembangan mutu dalam program studi Pendidikan Bahasa Arab menuju unggul. (*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Persiapan Semester Ganjil Tahun Ajaran Baru, Prodi PBA Adakan Rapat Rutin Internal Prodi</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/persiapan-semester-ganjil-tahun-ajaran-baru-prodi-pba-adakan-rapat-rutin-internal-prodi</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/persiapan-semester-ganjil-tahun-ajaran-baru-prodi-pba-adakan-rapat-rutin-internal-prodi</guid>
				<pubDate>Wed, 20 Aug 2025 02:02:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka, 20/8/2025. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) kembali menyelenggarakan Rapat Rutin pada Rabu, 20 Agustus 2025 bertempat di Ruang Prodi PBA. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi dan para dosen Prodi PBA. Rapat dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Prodi dalam menjaga kesinambungan koordinasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.</p><p>Dalam rapat tersebut, dibahas beberapa agenda penting yang menjadi perhatian bersama, di antaranya Kegiatan Akademik Mahasiswa. Pembahasan difokuskan pada persiapan perkuliahan semester baru, strategi peningkatan capaian pembelajaran, serta pendampingan mahasiswa dalam tugas akhir. Selain itu, dibicarakan pula penguatan kegiatan kemahasiswaan yang mendukung kompetensi lulusan, seperti pelatihan kebahasaaraban, lomba akademik, serta pengembangan minat dan bakat mahasiswa.</p><p>Agenda kedua menyoroti kegiatan internal Prodi, seperti peningkatan publikasi ilmiah dosen, serta rencana program pengabdian masyarakat berbasis bahasa Arab. Rapat juga menekankan pentingnya memperluas jejaring kerjasama dengan lembaga pendidikan dan organisasi lain, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.</p><p>Selain fokus pada kegiatan akademik dan kelembagaan, rapat turut membahas strategi peningkatan manajemen internal. Hal ini mencakup upaya memperkuat koordinasi antar-dosen, memaksimalkan peran tim kerja dalam setiap program, serta membangun kolaborasi riset yang berkontribusi pada pengembangan ilmu dan praktik pembelajaran bahasa Arab di Indonesia.</p><figure class="image image-style-align-right"><img src="/assets/images/editor/images/d960ce45-f20d-4ec2-b8c8-f5d3f87aeaae(1).jpeg"></figure><p>Dalam arahannya, Ketua Prodi PBA menyampaikan pentingnya pelaksanaan rapat internal secara rutin. “Rapat internal Prodi PBA merupakan wadah evaluasi dan refleksi bagi kita semua. Melalui forum ini, kita dapat memperbaiki manajemen kegiatan yang telah berjalan, sekaligus merancang langkah strategis untuk meningkatkan mutu akademik maupun nonakademik. Harapannya, Prodi PBA semakin mampu menjawab kebutuhan mahasiswa serta tantangan dunia pendidikan ke depan,” ungkap Ela Isnani Munawwaroh.</p><p>Kegiatan rapat internal ini diakhiri dengan penyusunan tindak lanjut dari setiap agenda yang telah dibahas. Dengan demikian, setiap dosen dan tim kerja Prodi memiliki arah kerja yang jelas serta target yang terukur untuk periode mendatang.</p><p>Melalui pelaksanaan rapat rutin ini, Prodi PBA meneguhkan komitmennya untuk senantiasa menjaga kualitas pengelolaan program studi, memperkuat kolaborasi antar-sivitas akademika, dan menghadirkan inovasi dalam pembelajaran bahasa Arab di madrasah maupun lembaga pendidikan lainnya.</p><p>*Tim PBA</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Kolaborasi dengan Majelis Taklim dan Perpustakaan Setempat, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Laksanakan Program Pembelajaran Bahasa Arab di Belitung Timur</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/kolaborasi-dengan-majelis-taklim-dan-perpustakaan-setempat-mahasiswa-pendidikan-bahasa-arab-laksanakan-program-pembelajaran-bahasa-arab-di-belitung-timur</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/kolaborasi-dengan-majelis-taklim-dan-perpustakaan-setempat-mahasiswa-pendidikan-bahasa-arab-laksanakan-program-pembelajaran-bahasa-arab-di-belitung-timur</guid>
				<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 03:19:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Belitung Timur (19/08/2025) – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Belitung Timur terus menunjukkan peran aktif dalam bidang pendidikan keagamaan. Melalui berbagai program pembelajaran bahasa Arab, mereka berupaya menghadirkan suasana belajar yang bermanfaat bagi masyarakat di lokasi KKN masing-masing.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Di Desa Lalang, Umi dan Zainatul mengadakan bimbingan belajar bahasa Arab setiap hari Kamis pukul 15.00 WIB di Dusun Sawah. Sasaran kegiatan ini adalah siswa SDN 4 Manggar dan SDN 19 Manggar. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, keduanya berusaha menumbuhkan minat serta pemahaman bahasa Arab pada anak-anak sejak dini.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Sementara itu, di Desa Bentaian Jaya, Elya dan Indri melaksanakan pembelajaran bahasa Arab di masjid desa. Program ini ditujukan kepada ibu-ibu majelis taklim. Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan dasar bahasa Arab yang mendukung pemahaman keagamaan. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap sesi pembelajaran.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Selain itu, Sunasti dan Alfin yang bertugas di Desa Aik Madu, Kecamatan Simpang Renggiang, turut melaksanakan program pengajaran bahasa Arab di Perpustakaan Laskar Berahun. Kegiatan ini berlangsung setiap Jumat sore setelah salat Ashar dengan sasaran siswa SDN 4 Simpang Renggiang. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenal dan mempraktikkan bahasa Arab dalam suasana belajar yang menyenangkan.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Seluruh program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Baik siswa sekolah dasar, majelis taklim, maupun orang tua merasa terbantu dengan adanya tambahan pembelajaran dari mahasiswa KKN. Mereka menilai kegiatan ini mampu memperluas wawasan sekaligus meningkatkan motivasi belajar bahasa Arab.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Dengan adanya inisiatif ini, mahasiswa PBA tidak hanya mengimplementasikan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga turut berkontribusi dalam penguatan literasi bahasa Arab di tengah masyarakat. Program pengabdian ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya dalam menjalin sinergi dengan masyarakat. (*)</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p>(*) Fatimah Azzahra, PBA 2023</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>DAMPINGI PESERTA LIMA NEGARA, DOSEN PBA IAIN SAS BANGKA BELITUNG TERPILIH MENJADI TUTOR BAGI PENUTUR ASING</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/dampingi-peserta-lima-negara-dosen-pba-iain-sas-bangka-belitung-terpilih-menjadi-tutor-bagi-penutur-asing</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/dampingi-peserta-lima-negara-dosen-pba-iain-sas-bangka-belitung-terpilih-menjadi-tutor-bagi-penutur-asing</guid>
				<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 03:04:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Pangkalpinang, 19/8/2025. Dosen prodi PBA Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung terpilih menjadi tutor peserta lima negara pada kegiatan Praktik Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada hari Senin, 18 Agustus 2025, bertempat di Hotel Grand Safran Pangkalpinang. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kep. Bangka Belitung</p><p>Kegiatan ini diikuti oleh peserta internasional yang berasal dari Yaman, Tajakistan, Amerika Serikat (USA), Sri Lanka, dan Nigeria. Mereka antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran yang dikemas secara interaktif dan aplikatif.</p><p>Dalam praktiknya, Iskandi, M.Pd.I, selaku pengajar, membimbing peserta dengan berbagai metode pengajaran BIPA yang berfokus pada keterampilan berbicara, memahami budaya, serta penggunaan bahasa dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan komunikatif, peserta tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mengenal lebih dekat keragaman budaya Indonesia, khususnya Bangka Belitung.</p><p>Menurut Dosen PBA tersebut, praktik ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta asing dalam menggunakan bahasa Indonesia, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pembelajaran bahasa di kancah internasional.</p><p>“BIPA bukan sekadar belajar bahasa, tetapi juga membangun jembatan budaya. Melalui praktik ini, peserta bisa merasakan bagaimana bahasa menjadi media komunikasi lintas bangsa.” Ungkapnya.</p><p>Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Para peserta dari lima negara tampak aktif bertanya, berdiskusi, dan berlatih berbicara bahasa Indonesia dengan sesama peserta maupun pengajar.</p><p>Dengan terselenggaranya praktik pengajaran BIPA ini, diharapkan semakin banyak penutur asing yang mampu berbahasa Indonesia dengan baik, sekaligus menjadi duta budaya yang mengenalkan Indonesia ke dunia.</p><p>*Ela Isnani Munawwaroh, M.Pd</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Kembangkan Bimbel - Ngaji, Mahasiswa PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung  Berinovasi di Ruang Masyarakat Bangka Tengah</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/kembangkan-bimbel-ngaji-mahasiswa-pba-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-berinovasi-di-ruang-masyarakat-bangka-tengah</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/kembangkan-bimbel-ngaji-mahasiswa-pba-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-berinovasi-di-ruang-masyarakat-bangka-tengah</guid>
				<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 11:08:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Bangka Tengah (20/08/2025) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Bangka Tengah berkesempatan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat melalui berbagai program pendidikan dan keagamaan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyalurkan ilmu sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan sosial-keagamaan di daerah.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Fatimah, mahasiswa KKN yang ditempatkan di Desa Batu Belubang, menyelenggarakan program bimbingan belajar (bimbel) bahasa Arab di posko KKN. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa SDN 10 Pangkalan Baru dengan jadwal seusai salat Isya. Waktu pelaksanaan bersifat fleksibel, sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman tanpa mengganggu rutinitas sekolah mereka.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Sementara itu, Sri Febriyanti yang melaksanakan KKN di Desa Kebintik juga turut memberikan kontribusi melalui kegiatan keagamaan. Ia mengajar mengaji anak-anak TPA Al-Akhlaq setiap Senin hingga Kamis, pukul 14.00–15.00 WIB. Program ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan membaca Iqro' atau Al-Qur’an sejak dini serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai islami.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan mahasiswa PBA di Bangka Tengah ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Orang tua dan pengelola TPA menyatakan apresiasinya terhadap kepedulian mahasiswa yang bersedia mendampingi anak-anak dalam menambah wawasan dan memperdalam pemahaman agama.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p>Melalui berbagai program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan pedagogik dan sosial yang diperoleh di bangku kuliah. Kehadiran mahasiswa PBA di Bangka Tengah diharapkan dapat menjadi teladan pengabdian serta memberi dampak nyata bagi penguatan pendidikan dan pembinaan generasi muda.&nbsp;(*)</p><p>(*) M. Thaib Rizki</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Manggar, Di sinilah kami Menjejakkan Bahasa Arab Sepanjang Ruang dan Waktu Pengabdian</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/manggar-di-sinilah-kami-menjejakkan-bahasa-arab-sepanjang-ruang-dan-waktu-pengabdian</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/manggar-di-sinilah-kami-menjejakkan-bahasa-arab-sepanjang-ruang-dan-waktu-pengabdian</guid>
				<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 01:08:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Belitung Timur (12/08/2025) Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama dan literasi bahasa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Belitung Timur khususnya Desa Kurnia Jaya dengan bergiat aktif dalam pengajaran bahasa Arab. Salah satu bentuk kontribusi yang ditampilkan adalah kehadiran mereka sebagai pengajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Ulum, yang berlokasi di Manggar.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memfasilitasi para mahasiswa dalam menerapkan kompetensi profesional mereka, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kepada para siswa di lingkungan madrasah. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa mengampu beberapa materi penting, meliputi pengenalan huruf Arab, pengembangan keterampilan membaca dan menulis, serta metode pembelajaran interaktif yang dirancang untuk memicu minat belajar siswa.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Program mengajar ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin dan Rabu, pukul 15.00–16.30 WIB. Jadwal ini disesuaikan dengan waktu belajar siswa, sehingga kegiatan dapat berlangsung optimal tanpa mengganggu agenda pembelajaran lainnya.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Maulini, salah satu mahasiswa KKN yang terlibat bersama Zahran dalam pengajaran, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. “Kami sangat menghargai kesempatan berharga ini, karena melalui pengajaran kami di Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Ulum, kami turut membantu memperteguh fondasi pendidikan agama dan bahasa bagi generasi penerus,” ujarnya.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Guru madrasah turut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif dan dedikasi mahasiswa. Ia berharap bahwa kerja sama ini dapat menjadi pemicu semangat baru, sehingga kualitas pembelajaran bahasa Arab di madrasah terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kompetensi siswa.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Diharapkan, kegiatan serupa dapat dijadikan model kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga keagamaan dalam mewujudkan sinergi positif bagi pengembangan kapasitas pendidikan, khususnya di daerah-daerah seperti Belitung Timur. (*)</p><p style="text-align:justify;">(*) Fatimah Azzahra, PBA 2023</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Dari Salah Satu Sudut Desa di Bawah Kaki Gunung Merapi Yogyakarta, Aisyah Shalsabila, Mahasiswa PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Bertutur di KKN Nusantara</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/dari-salah-satu-sudut-desa-di-bawah-kaki-gunung-merapi-yogyakarta-aisyah-shalsabila-mahasiswa-pba-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-bertutur-di-kkn-nusantara</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/dari-salah-satu-sudut-desa-di-bawah-kaki-gunung-merapi-yogyakarta-aisyah-shalsabila-mahasiswa-pba-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-bertutur-di-kkn-nusantara</guid>
				<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Pada kesempatan kali ini, Prodi PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung berkesempatan mewawancarai salah satu peserta KKN Nusantara Tahun 2025, <i><strong>Aisyah Shalsabila</strong></i>. Aisyah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti KKN Nusantara yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dari kampus lain. Aisyah, sebagai salah satu mahasiswa IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, sekarang menduduki bangku perkuliahan di semester IV di <strong>Prodi PBA</strong>. Mari simak kisah dan pengalamannya selama mengikuti kegiatan KKN Nusantara.</p><p style="text-align:justify;"> </p><p style="text-align:justify;"><i><strong>Pengalaman apa saja yang Aisyah peroleh selama mengikuti KKN Nusantara Tahun 2025 ?</strong></i></p><p style="text-align:justify;">Mengikuti KKN kali ini merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Ada kebanggaan tersendiri bagi saya ketika mengikuti KKN Nusantara yaitu berkenalan dengan teman-teman yang memiliki latar belakang yang beragam namun dengan keberagaman tersebut membuat KKN Nusantara ini terasa istimewa karena saya bisa berkenalan dan serta berbagi pengalaman, cerita, budaya dan hal seru lainnya dari teman-teman saya. yang mungkin sulit Saya dapatkan. Saya juga belajar bahasa isyarat dari teman sekelompok saya yang tunarungu dan hal ini memberikan pengalaman yang sangat baru bagi saya.</p><p style="text-align:justify;">Pengalaman saya selama disini mungkin tak semuanya bisa saya tuangkan, akan tetapi saya bisa berbagi beberapa pengalaman saya selama disini. Mulai dari adaptasi bahasa (saya masih kesulitan berkomunikasi bahasa Jawa), cuaca disini yang bisa terbilang cukup dingin untuk saya. karena desa posko saya lokasinya cukup tinggi serta dikelilingi oleh perbukitan, persawahan dan sungai-sungai kecil, bahkan dari posko saya, gunung Merapi cukup terlihat. Namun yang menjadi tantangan saya adalah lokasi posko yang kurang strategis jauh dari pasar atau tempat wisata lainnya serta jauh dari jangkauan teman-teman dari Bangka lainnya sehingga saya sering menghabiskan waktu di posko dan ini sangat membosankan bagi saya.</p><p style="text-align:justify;"><i>Alhamdulillah</i> para warga disini menyambut kami dengan baik, para warga disini sering memberikan kami berbagai macam makanan, menyapa kami dengan ramah, bahkan sangat terbuka dengan berbagai masukan yang kami berikan untuk desa. Meskipun desa ini termasuk yang paling kecil, yang paling sepi penduduknya yang bahkan didominasi oleh orang-orang yang berusia renta. Tapi mereka sangat menghargai keberadaan kami disini, meskipun sebagian ada diantara mereka yang memiliki perbedaan keyakinan.</p><p style="text-align:justify;">Salah satu pengalaman unik yang saya alami adalah ketika saya ikut masuk ke dalam kapel di desa ini (semacam gereja kecil) ketika warga katolik di desa ini sedang melakukan peribadatan pada malam Minggu. Mereka menyambut baik kami ketika hendak melaksanakan proker moderasi Beragama yaitu dengan melakukan <i>podcast</i> dengan tokoh agama masyarakat desa ini. Meskipun yang diwawancarai kami bukanlah seorang pendeta. Namun beliau adalah salah satu tokoh masyarakat yang cukup aktif dalam peribadatan desa ini. Selama <i>podcast</i> berjalan beliau menjelaskan perjalanan dan pengalaman umat katolik disini tanpa ada diskriminasi sedikitpun. Sehingga ini menjadi pengalaman pertama kali yang sangat unik dan berkesan bagi saya. Selain itu kami juga cukup aktif membersihkan kapel setiap 2 minggu sekali meskipun sampai sekarang, saya belum kebagian untuk membersihkan kapel.</p><p style="text-align:justify;">Dari situ, saya merasa sangat takjub karena saya belajar banyak hal terutama tentang toleransi beragama. Dengan bimbingan teman-teman, Saya juga dapat mempelajari banyak hal tentang kehidupan, kemandirian, dan pentingnya kerja sama tim. Saya juga merasa lebih dewasa dan memiliki perspektif yang lebih luas tentang keberagaman dan toleransi satu sama lain.</p><p style="text-align:justify;"> </p><p style="text-align:justify;"><i><strong>Bagaimana bentuk program kerja yang disusun dan dilaksanakan selama di sana?</strong></i></p><p style="text-align:justify;">Wah, program kerja yang kami susun dan telah kami laksanakan sebagai berikut:</p><p style="text-align:justify;"><i>Pertama, Penanaman pohon seribu impian. </i>Penanaman pohon seribu impian adalah program yang dibuat untuk desa ini dengan melibatkan anak-anak. Bibit pohon yang kami dapatkan berasal dari dinas pertanian yogyakarta berupa 30 bibit pohon minyak kayu putih yang akan diserahkan kepada anak-anak di desa, kepala desa, masjid, kapel, serta warga sekitar. Acara dimulai dengan memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai manfaat pohon minyak kayu putih lalu dilanjutkan dengan perawatannya, dan terakhir, pemberian secara simbolis kepada anak-anak dan kepala desa. Selain itu anak-anak yang diberikan bibit pohon, diharuskan untuk menulis cita-cita mereka di masa depan di sebuah kertas origami yang diletakkan di pohon tersebut dengan harapan: “seiring bertumbuhnya pohon maka semakin besar pula impian mereka.” Dan ini juga memberikan mereka tanggung jawab.</p><p style="text-align:justify;"><i>Kedua, Jembatan moderasi Beragama. </i>Program ini bukanlah bermaksud membuat bangunan fisik untuk desa. Program ini merupakan program yang dibuat oleh KKN Nusantara dengan upaya atau sarana untuk mempertemukan perbedaan dalam kehidupan beragama agar tercipta kerukunan, toleransi, dan kedamaian di masyarakat. Dalam program ini kami mengadakan <i>podcast </i>pada masing-masing tokoh agama dalam tempat yang berbeda dengan waktu yang berbeda namun dengan satu tujuan untuk untuk menyampaikan toleransi beragama di masyarakat sekitar.</p><p style="text-align:justify;"><i>Ketiga, Jati Kraya. </i>Jati kraya adalah nama lain dari kolase dari daun kering untuk anak-anak, daun kering yang digunakan adalah daun kering pohon jati serta daun-daun lainnya. Pada program ini anak-anak bebas dalam mengeksplorasi.</p><p style="text-align:justify;"><i>Keempat, Praktik Eco-print dan Edukasi Eco-enzyme. Bisa </i>dikatakan <i>Eco print</i> adalah teknik mencetak motif alami dari tumbuhan langsung ke kain tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Proses ini memanfaatkan zat warna alami (pigmen) dari daun atau bunga yang ditumbuk atau dikukus agar tercetak di permukaan kain. Pada kali ini, kami melakukan praktek Eco-print bersama ibu-ibu dan antusiasme mereka sangat tinggi, dan untuk program <i>Eco-enzyme</i> kami hanya memberikan edukasi kepada warga mengenai <i>Eco-enzyme</i> tanpa praktik.</p><p style="text-align:justify;"><i>Kelima, Senam sore bersama ibu-ibu. </i>Karena kebanyakan ibu disini bekerja sebagai petani dan baru pulang dari sawah sore hari, maka senam dilaksanakan sore hari pada hari Rabu dan Minggu pukul jam 4 sore. <i>Alhamdulillah</i> selama ini, antusias warga sangat tinggi. </p><p style="text-align:justify;"><i>Keenam, TPA dan Baiti Qur’ani</i>.  Awalnya, TPA di desa ini hanya diadakan di hari Minggu pagi hari dan hanya berfokus pada mengaji iqro dan Al-Qur’an. Proker kami berfokus pada TPA dengan menambahkan durasi hari, jadi selama kami berada di desa maka TPA dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu pagi. Lalu Baiti Qur’ani sendiri adalah program tambahan yang diadakan setelah TPA dengan memberikan pembelajaran Islam seperti doa, sholat, dan lain-lain, serta pengimplementasiannya dalam dunia nyata.</p><p style="text-align:justify;"><i>Ketujuh, Calistung</i> <i>dan Bimbingan Belajar. </i>Program ini biasanya diadakan pada hari sabtu setelah Baiti Qur’ani dengan memberikan materi calistung pada anak-anak baik dari usia TK-SMP. Dan untuk bimbingan belajar sendiri biasanya diadakan pada malam hari dalam membantu anak-anak dalam memahami materi atau membantu mengerjakan rumah.</p><p style="text-align:justify;"> </p><p style="text-align:justify;"><i><strong>Dari segala hal yang telah dijalani, Apa harapan ke depan untuk pelaksanaan KKN Nusantara ini?</strong></i></p><p style="text-align:justify;">Tentu saja saya berharap, khususnya desa Kriyan, tempat desa saya melaksanakan KKN ini bisa dapat berkembang lebih baik dari sebelumnya dan dapat dijangkau lebih mudah oleh orang-orang kedepannya. karena ada banyak potensi sebenarnya di desa ini. Kami berharap proker kami yang kami buat dapat memberi manfaat kepada warga sekitar dan kedepannya kami berharap kalau proker yang kami buat, dapat diteruskan dan dikembangkan kedepannya.</p><p style="text-align:justify;">Adapun utk KKN, pelaksanaan KKN dapat terus ditingkatkan kualitasnya. Saya berharap program KKN kali ini  dapat lebih bermanfaat dan sesuai kebutuhan masyarakat, dengan melibatkan lebih banyak partisipasi aktif dari mahasiswa dan  peningkatan koordinasi yang lebih baik antara pihak kampus, pemerintah desa, dan masyarakat.  Saya berharap KKN  bisa menjadi wadah yang lebih efektif dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di desa. (*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Akhirnya Datang Juga...9 Mahasiswa PBA IAIN SAS mengikuti Pergelaran Yudisium XVIII Fakultas Tarbiyah</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/akhirnya-datang-juga9-mahasiswa-pba-iain-sas-mengikuti-pergelaran-yudisium-xviii-fakultas-tarbiyah</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/akhirnya-datang-juga9-mahasiswa-pba-iain-sas-mengikuti-pergelaran-yudisium-xviii-fakultas-tarbiyah</guid>
				<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 02:30:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka, 31/7/2025. Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan pergelaran Yudisium di Gedung Terpadu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Pelaksanaan Yudisium kali ini terhitung sebagai Yudisium XVIII bertepatan dengan akhir dari semester genap pada tahun ajaran 2024-2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekanat Fakultas Tarbiyah, Ketua Program Studi dan Sekretartis Program Studi, dan para Dosen di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Turut hadir dalam kegiatan ini Kasubag Akademik Terpadu IAIN, Ketua LP2M, Sekretaris LPM, Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik.&nbsp;</p><p>Kegiatan ini bersifat rutin yang diinisiasi oleh mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang sudah menyelesaikan skripsi dan mempertanggungjawabkannya di meja sidang pada perhelatan ujian Munaqasyah. Tentunya, tidak hanya sampai di sana, pasca Munaqasyah, mahasiswa dituntut untuk merevisi skripsi sesuai dengan catatan dan saran dari dewan penguji. &nbsp;</p><p>" Dalam Yudisium kali ini, jumlah mahasiswa yang terdata sebagai peserta yudisium sebanyak 122 mahasiswa yang tersebar dari berbagai program studi dalam Fakultas Tarbiyah" ungkap Benny Rahmat Eka Putra, S.Pd., ketua Panitia Pelaksana Yudisium XVIII.&nbsp;</p><p>Tentunya, dari hitungan tersebut, terdapat 9 mahasiswa yang berasal dari program studi PBA, yaitu Adli Dzil Ikram, S.Pd., Oktara, S.Pd., Elin Hardianti, S.Pd., Muhammad Miftahul Amin, S.Pd., Ikhlasul Amal, S.Pd., Permata Sari, S.Pd., Siti Rohma, S.Pd., Dita Mawarni, S.Pd., Adib Iktisan Al Huda Haq&nbsp;, S.Pd.&nbsp;</p><p>Pada momentum ini, tak henti-hentinya Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Hj. Soleha, MA memberikan nasehat dan penguatan bahwa apapun itu makna dari keberhasilan yang diperoleh, tidak lepas dari peran orang-orang besar di balik itu. "Mintalah doa dan restu dari orang tua yang selama ini telah membesarkan dan mendidik kalian. Hidupmu akan sukses bila dimulai dari ridho orang tua" pitutur Dekan sebelum menutup kata sambutan.&nbsp;</p><p>Walau secara hitungan berada dalam kategori satuan, bukan puluhan, tetapi perjuangan untuk menyelesaikan tugas akhir memberikan banyak pelajaran. "Alhamdulillah, terima kasih banyak untuk &nbsp;Kaprodi dan Sekprodi PBA, ibu Ela Isnani Munawwaroh, M.Pd. dan Bapak M. Thaib Rizki, M.Pd. dan para dosen PBA, Bapak Iskandi, M.Pd., Bapak Muhamad, M.Pd., dan Bapak Dodi Irawan, M.Pd., serta Ibu Anna Musyarofah, M.Pd.. Terimakasih untuk segala hal yang baik dalam mengurus kami yang susah diatur ini. Semoga kebaikan bapak dan ibu dibalas lebih, selalu sehat, dan terus diberikan keselamatan oleh Allah SWT." untai Muhammad Miftahul Amin, S.Pd.(*)</p><p>&nbsp;*M. Thaib Rizki, M.Pd.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Hari-Hari di Kulon Progo, Salsa Alfi Hikmah, Mahasiswa PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Punya Cerita dalam KKN Nusantara</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/hari-hari-di-kulon-progo-salsa-alfi-hikmah-mahasiswa-pba-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-punya-cerita-dalam-kkn-nusantara</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/hari-hari-di-kulon-progo-salsa-alfi-hikmah-mahasiswa-pba-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-punya-cerita-dalam-kkn-nusantara</guid>
				<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 01:02:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Kali ini, Prodi PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung berkesempatan mewawancarai salah satu peserta KKN Nusantara Tahun 2025,&nbsp;<i><strong>Salsa Alfi Hikmah</strong></i>. Salsa – panggilan akrabnya dalam keseharian - mendapatkan kesempatan untuk mengikuti KKN Nusantara berkolaborasi dengan delegasi mahasiswa dari kampus lain. Salsa, sebagai salah satu mahasiswa <i><strong>Prodi PBA</strong></i> semester IV menceritakan beberapa hal yang ia dapatkan selama mengikuti KKN Nusantara. Simak kisah dan pengalamannya selama mengikuti kegiatan KKN Nusantara.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;"><i><strong>Bagaimana rasanya pertama kali menapaki Kulon Progo</strong></i><strong>?</strong></p><p style="text-align:justify;">Saya, sebagai salah satu delegasi IAIN SAS Babel, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti KKN Nusantara di Kulon Progo. Menapaki Kulon Progo menjadi semacam napak tilas dalam hidup saya dalam menemukan pengalaman yang sangat berharga dan penuh warna. Kulon Progo, dengan kekayaan budaya dan potensi alamnya, memberikan banyak kesempatan bagi kami untuk belajar langsung menerapkan ilmu yang kami miliki dalam membantu masyarakat</p><p style="text-align:justify;">Ketika pertama kali tiba di Kulon Progo, saya merasa campuran antara antusiasme, rasa ingin tahu, dan sedikit kegelisahan menghadapi lingkungan baru yang berbeda dari daerah asal saya di Bangka Belitung. Namun, segala kekhawatiran itu perlahan menghilang berkat sambutan hangat dari masyarakat setempat dan teman-teman KKN yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;"><i><strong>Apa makna KKN bagi Salsa selama di Kulon Progo?</strong></i></p><p style="text-align:justify;">Pengalaman mengikuti KKN Nusantara di Kulon Progo membuka cakrawala baru dalam diri saya. Tidak hanya sebagai mahasiswa yang mengabdi, tetapi juga sebagai individu yang belajar menghargai perbedaan, berkontribusi nyata, dan memperkuat nilai-nilai moderasi dalam kehidupan bermasyarakat. Semua ini membuka mata dan hati saya akan arti penting toleransi, penghormatan, dan kerjasama dalam keberagaman. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya kapasitas akademik dan sosial saya, tetapi juga membentuk karakter yang lebih bijak, terbuka, dan peduli terhadap sesama. Saya percaya, pembelajaran dan kenangan selama KKN ini akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan pribadi maupun karier saya ke depan.</p><p style="text-align:justify;">Selama KKN, saya merasakan pentingnya kerja sama dan komunikasi lintas budaya karena kami berinteraksi dengan warga yang memiliki adat dan kebiasaan unik. Pengalaman ini menumbuhkan rasa hormat dan penghargaan yang dalam terhadap keberagaman, sekaligus memperkuat sikap moderasi beragama yang menjadi fokus KKN Nusantara. Selama pelaksanaan KKN, saya belajar banyak tentang bagaimana menjaga keseimbangan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada. Melalui diskusi, sosialisasi, dan kegiatan bersama masyarakat, saya merasakan bahwa moderasi beragama bukan sekadar teori, melainkan nilai yang harus diterapkan secara nyata untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di lingkungan sekitar.</p><p style="text-align:justify;">Selain pembelajaran lapangan, KKN Nusantara di Kulon Progo mengajarkan saya tentang pentingnya kebersamaan dan membangun relasi yang kuat dengan sesama peserta dari berbagai daerah. Persahabatan yang terjalin tidak hanya menjadi sumber motivasi, tetapi juga memperkaya pengalaman dan wawasan soal keragaman Indonesia. Rasanya seperti memiliki keluarga kedua yang mendukung setiap langkah perjuangan kami selama di lokasi.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;"><i><strong>Apa bentuk program kerja yang dilakukan selama di Kulon Progo?</strong></i></p><p style="text-align:justify;"><i>Pertama, Les privat bahasa Arab</i>. Program ini diadakan untuk membuka wawasan sekaligus menambah keterampilan bahasa bagi masyarakat, khususnya bagi pelajar dan santri di lokasi KKN. Melalui les privat ini, peserta didik mendapatkan pembelajaran intensif yang tidak hanya mengenalkan kosakata dan tata bahasa Arab, tetapi juga nilai-nilai budaya dan agama yang terkandung dalam bahasa tersebut. Harapannya, kegiatan ini dapat mempermudah akses pendidikan agama sekaligus menumbuhkan minat belajar bahasa asing yang dapat membuka peluang ke depan baik di bidang akademik maupun karier.</p><p style="text-align:justify;"><i>Kedua, Digitalisasi UMKM</i>. Program ini bertujuan memodernisasi usaha mikro, kecil, dan menengah yang ada di desa dengan memanfaatkan teknologi digital. Pelatihan ini mencakup penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran, pengelolaan keuangan berbasis aplikasi, serta pelatihan pembuatan konten digital untuk promosi produk. Melalui digitalisasi ini, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing, menjangkau pasar yang lebih luas, dan menerapkan manajemen usaha yang lebih efektif. Program ini menjadi langkah penting dalam mendukung ekonomi lokal agar semakin adaptif di era digital.</p><p style="text-align:justify;"><i>Ketiga, Pohon Kreatif.&nbsp;</i>&nbsp;Sebuah program inovatif yang menggabungkan seni dan lingkungan hidup. Dalam proker ini, saya KKN bersama anak-anak TPA melakukan berbagai kegiatan kreatif dengan yang berhubungan dengan moderasi beragama dalam kegiatan ini anak-anak dikenalkan dengan agama lain dan diajarkan cara toleransi dengan sesama umat yang beragama. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah mushola, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya tolerasi beragama dan memanfaatkan kreativitas sebagai media edukasi. Pohon Kreatif menjadi simbol kerjasama anak-anak dan mahasiswa dalam menjaga toleransi beragama sekaligus menumbuhkan semangat ibadah untuk anak-anak.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;"><i><strong>Bagaimana Harapan ke depan untuk Pelaksanaan KKN Nusantara?</strong></i></p><p style="text-align:justify;">Harapan saya, program ini terus dilanjutkan. Program ini dapat memperkuat jalinan kolaborasi dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli sosial, meningkatkan toleransi jiwa, serta semangat moderasi umat di tengah masyarakat yang beragam.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Dengan pelibatan aktif lintas daerah dan kampus, KKN ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi program kerja yang berkelanjutan, berdampak nyata bagi pembangunan desa, serta melahirkan pemimpin muda yang adaptif dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa. Selain itu, harapannya KKN Nusantara akan tetap menjadi wadah pembelajaran budaya, karakter, dan kemampuan berkolaborasi lintas disiplin yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan sosial di masa depan. (*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Mahasiswa PBA ikut serta dalam KKN IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Tahun 2025</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/mahasiswa-pba-ikut-serta-dalam-kkn-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-tahun-2025</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/mahasiswa-pba-ikut-serta-dalam-kkn-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-tahun-2025</guid>
				<pubDate>Tue, 15 Jul 2025 02:00:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><br>Bangka, 15/7/2025. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) mengikuti kegiatan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama Reguler IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung di Aula Gedung Terpadu.</p><p>Kegiatan Pelepasan ini dihadiri oleh Rektor dan Wakil Rektor &nbsp;IAIN SAS, Jajaran Akademik, LPM, Tamu Undangan, Dosen Pembimbing Lapangan, Dekanat civitas akademika IAIN SAS, dan Dosen pembimbing Lapangan serta seluruh peserta KKN. Pola KKN tahun 2025 merambah ke dalam berbagai daerah dan instansi, yaitu: 1) KKN Mandiri Reguler di Bangka Tengah; 2) KKN Mandiri Reguler di Belitung Timur; 3) KKN Mandiri Ketahanan Pangan Kerjasama dengan TNI AL di MAKO LANAL Belinyu; 4) KKN Mandiri Internasional Kolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; dan 5) KKN Mandiri Kerjasama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan KKN Nusantara Yogyakarta.&nbsp;</p><p>Dalam sambutannya, Wakil Rektor, Prof. H. Hatamar Rasyid, memberikan penguatan tentang kegiatan KKN yang sudah menjadi keniscayaan dalam mewujudkan tridarma Perguruan Tinggi. "Ingat, mahasiswa yang nantinya terjun ke lapangan, berhadapan dengan masyarakat luas, bentuk dan ciptakan kata positif sebelum akhiran "-tor". Jangan jadi provokator dan segala hal yang berimplikasi makna negatif bagi masyarakat secara individu maupun secara institusi. Jadilah kreator, inovator, atau tor lain yang bermakna", pungkasnya.</p><p>Dalam kegiatan KKN tahun ini, masing-masing peserta diberikan jaminan perlindungan selama berkegiatan. Untuk mewujudkan hal tersebut, disamping sebagai pemenuhan IKU Rektor, &nbsp;IAIN SAS Babel dalam hal ini telah melakukan MOU dan PKS dengan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini bertujuan untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi mahasiswa dalam ber-KKN, khususnya dalam menghadapi risiko yang mungkin terjadi. Tidak hanya itu, sebagai penekanan, jaminan perlindungan tersebut &nbsp;juga untuk memberikan rasa aman kepada orang tua mahasiswa. Dari data yang tercatat, lebih dari 769 mahasiswa KKN IAIN SAS Babel telah terdaftar memperoleh jaminan tersebut dengan iuran Rp16.800. Dari sana, mahasiswa sudah mendapatkan 2 program perlindungan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)</p><p>Menanggapi hal tersebut, Arya Rama Finanda, mahasiswa PBA semester IV mengungkapkan dengan antusiasnya: “Kami merasa bangga dan bersemangat untuk terjun langsung ke masyarakat. Semoga apa yang kami pelajari di kampus dapat bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman berharga untuk kami,” ujarnya.</p><p>Acara pelepasan ditutup dengan doa, foto bersama dan pelepasan balon udara di depan gedung Aula Terpadu IAIN SAS Babel yang menjadi penanda bahwa perjalanan pengabdian para mahasiswa sudah dimulai.</p><p>PBA...<i>Haa Ana dza.</i>.(*)</p><p><i>*</i>Hariz Wildan Muttaqin, PBA 2024&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Cemas....Ayoo..Ngaku Deh Kamu yang Gen Milenial dan Gen-Z</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/cemasayoongaku-deh-kamu-yang-gen-milenial-dan-gen-z</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/cemasayoongaku-deh-kamu-yang-gen-milenial-dan-gen-z</guid>
				<pubDate>Tue, 15 Jul 2025 11:01:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Pernahkah kamu merasa khawatir terhadap suatu hal yang remeh atau bahkan suatu yang besar di dalam hidupmu, baik yang telah terjadi ataupun yang belum terjadi sekalipun ? Tentu saja hal ini bukan hanya kekhawatiran kamu saja namun Sebagian orang juga merasakan hal yang serupa dan mengalaminya karena kita hidup di era modern yang penuh dengan berbagai macam kekhawatiran akan masa depan yang tanpa sadar membuat kita kesulitan dalam menemukan makna kehidupan dan kebahagiaan dalam hidup. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena bahwasanya pembahasan tentang kekhawatiran dan emosi negatif manusianya telah dibahas lebih dari 2000 tahun lalu hingga lahirlah <i><strong>Stoisisme</strong> </i>atau yang dikenal dengan nama<i><strong> Filosofi Teras </strong></i>yang menemukan akar masalah dan juga solusi yang terbukti relevan hingga masa kini.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Ya, Pembahasan tersebut ditulis oleh <i><strong>Henry</strong> <strong>Manampiring</strong></i> dalam sebuah buku berjudul <i><strong>Filosofi Teras</strong></i><strong>&nbsp;</strong>dengan tebal kurang lebih 346 halaman. Meskipun penulis tidak memiliki latar Pendidikan sebagai mahasiswa ataupun pengajar dalam Pelajaran Filsafat, namun penulis dapat memberikan penjelasan tentang stoisisme secara terperinci dengan bahasa yang mudah dicerna beserta dengan contoh yang relevan di dunia nyata dengan berbagai macam perspektif serta solusi yang ditawarkan dapat dipraktikkan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Sebuah survei dilakukan secara daring oleh penulis sendiri (komposisi responden 70% wanita) menunjukkan bahwasanya 63% (hampir dua dari tiga responden) mengaku merasa lumayan khawatir / sangat khawatir dalam kehidupan tentang hidup secara umum saja. Dan untuk hal seperti kekhawatiran mengenai pendidikan, hubungan, pekerjaan, keuangan, peran sebagai orang tua bahkan politik memiliki persentase yang berbeda-beda. Penulis menyimpulkan bahwa ada lebih banyak orang yang merasa khawatir akna hidupnya dengan dua dari tiga responden maerasa khawatir secara umum. Hubungan (<i>relationship</i>) ternyata tidak menjadi kekhawatiran tertinggi, sementara peran menjadi orangtua dan keuangan cukup menjadi kekhawatiran, di luar kehidupan pribadi, kondisi sosial politik juga sesuatu yang sangat dikhawatirkan.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Lantas, apakah kekhawatiran hidup itu normal?</p><p style="text-align:justify;">Tentu saja kekhawatiran tidak perlu dipusingkan atau dikhawatirkan (untuk apa khawatir tentang khawatir itu sendiri) karena ia dapat memberikan banyak efek negatif, seperti dapat menghabiskan energi pikiran, menghabiskan waktu dan juga uang serta mengganggu Kesehatan tubuh.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Seorang psikolog, DR. Andri SPKJ FAPM, dalam wawancara penulis menjelaskan berdasarkan <i>quote</i> dan Hans Seyle mengatakan; “<i>bukan stres yang membunuh kita, tapi reaksi kita terhadapnya.”</i> Masalah inti bukan pada stres itu sendiri tapi dari dari persepsi. Jika dibiarkan, dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan jantung, hipertensi dan diabetes. Cemas sehari-hari pun sudah bisa memengaruhi fisik, lalu apa solusinya? Bagaimana cara mengatasinya? Lebih dalam dari itu bagaimana??&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Barangkali kamu yang penasaran dengan buku yang membahas tentang filsafat dengan bahasa yang mudah dipahami dengan pendekatan yang menyenangkan, kamu bisa mendapatkan buku ini. Buat kamu yang masih ingin mengenal lebih jauh tentang stoisisme, tentunya penasaran seperti apa ulasannya, bukan?&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Tak usah lama-lama, segera baca bukunya.!! (*)</p><p style="text-align:justify;">*Aisyah &nbsp;Salsabila, PBA 2023</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Aisyah Shalsabila dan Salsa Alfi Hikmah, Dua Mahasiswa PBA Menjadi Delegasi IAIN SAS Babel pada KKN Nusantara Berbasis Moderasi Beragama</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/aisyah-shalsabila-dan-salsa-alfi-hikmah-dua-mahasiswa-pba-menjadi-delegasi-iain-sas-babel-pada-kkn-nusantara-berbasis-moderasi-beragama</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/aisyah-shalsabila-dan-salsa-alfi-hikmah-dua-mahasiswa-pba-menjadi-delegasi-iain-sas-babel-pada-kkn-nusantara-berbasis-moderasi-beragama</guid>
				<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 11:56:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Bangka (04/07/2025) IAIN SAS Babel menyelenggarakan acara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Berbasis Moderasi Beragama di depan Pelayanan Satu Pintu (PTSP) pada Kamis, 3 Juli 2025, Gedung Terpadu IAIN SAS Babel. Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor IAIN SAS Babel Irawan, Wakil Rektor I, Prof. Dr. Hatamar, M.Ag, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Dr. H. Suparta, M.Ag, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Noblana Adib M.Pd.I.M.A, Serta Kepala Sub Bagian Akademik Nelly Sanawiyah S.Sos.M.M</p><p style="text-align:justify;">Acara pelepasan ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sebagai Lembaga yang menaungi kegiatan KKN Nusantara. Secara resmi, Rektor IAIN SAS Babel mengesahkan acara ini dengan pemasangan atribut berupa jaket secara simbolis kepada perwakilan peserta. Kulon Progo dan Yogyakarta menjadi episentrum pelaksanaan KKN Nusantara pada tahun 2025. Pemilihan Kulon Progo dan Yogyakarta sebab Lokasi KKN menunjukkan bahwa dua wilayah tersebut sarat dengan keberagaman dan nilai budaya.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Dari hasil seleksi terdapat 17 mahasiswa IAIN SAS Babel yang mengikuti KKN Nusantara bersama 200 peserta lainnya dari PTKIN lain se-Indonesia dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai tuan rumah .&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Rektor IAIN, Dr. Irawan memberikan arahannya kepada 17 mahasiswa IAIN SAS Babel. “<i>Tunjukkan bahwa kita adalah mahasiswa moderat dengan cara menghargai pendapat orang, menghormati, toleran, dan tidak merasa benar sendiri. Tekankan dalam diri bahwa kita memahami apa itu moderasi</i>.”</p><p style="text-align:justify;">Aisyah Shalsabila dan Salsa Alfi Hikmah menjadi bagian dari 17 orang mahasiswa tersebut.&nbsp;&nbsp;“<i>Senang jadinya dengan keikutsertaan mereka berdua. Jarang-jarang mahasiswa PBA ikut serta untuk kegiatan yang berskala nasional. Dua mahasiswa tersebut mewakili dari masing-masing kelas. Semoga sukses dalam ber-KKN di negeri orang.</i>” Ungkap Sekretaris Prodi PBA.(*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Peran Diskursus Umat Islam dalam Menjaga Kebenaran</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/peran-diskursus-umat-islam-dalam-menjaga-kebenaran</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/peran-diskursus-umat-islam-dalam-menjaga-kebenaran</guid>
				<pubDate>Tue, 01 Jul 2025 01:14:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Umat Islam merupakan salah satu subjek diskursus yang menarik perhatian secara global. Di tengah&nbsp;berbagai permasalahan sosial dan moral yang melanda di dunia, umat Islam diharapkan dapat berperan aktif dalam membangun generasi yang berkarakter mulia sesuai dengan ajaran Islam.</p><p>Berbicara tentang umat Islam, pemahaman tentang Islam sudah seharusnya ditanamkan sejak dini dan terus diperdalam sepanjang kehidupan. Hal ini selaras dengan hakikat manusia berdasarkan pandangan agama Islam yaitu salah satu nya sebagai hamba Allah. Sebagai seorang hamba, seorang manusia wajib menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Namun di era teknologi dan informasi saat ini, hoaks telah menyerang agama dan menggerogoti sendi-sendi keberislaman. Sehingga, umat Islam hanyut dalam sederet silang pendapat hingga konflik atas nama Islam. Bahkan terjerumus dalam perdebatan yang tak berujung dan konflik yang merugikan citra agama.&nbsp;</p><p>Seringkali kita bertengkar atas nama keyakinan (subjektivitas dan palsu), bukan kebenaran (objektivitas dan nyata). Seperti pada kasus yang pernah populer, sebagian umat Islam meyakini bumi datar dengan berbasis paradigma dan pendekatan "ayatisasi" yaitu mencocok-cocokkan ayat Al Qur'an dengan pseudosains. Hal ini membawa persepsi bahwa seolah-olah agama Islam dan sains bertentangan serta membawa pemahaman yang keliru. Ini mengingatkan kita pada "Tragedi Galileo" yang menjadi korban pertentangan antara agama dan sains paling memilukan. Selain itu ada juga pandangan yang menyimpulkan bahwa manusia merupakan hasil evolusi kera sebagaimana yang disebutkan oleh Charles Darwin. Hal ini bertentangan dengan Islam karena pada hakikatnya manusia merupakan Bani Adam (keturunan Adam) yang dijelaskan dalam Al Qur'an, salah satunya Surat Al-A'raf ayat 26-27.</p><p>Lebih jauh lagi dalam sejarah Islam, Sayyidah 'Aisyah istri Rasulullah SAW dikabarkan berselingkuh dengan laki-laki yang bernama Shafwan bin Muaththal. Lebih dari sebulan hoaks itu menyebar, hingga akhirnya Allah SWT menurunkan Surat An-Nur ayat 11-21 yang menepis hoaks tersebut. Lalu ketika terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, yang merupakan guncangan besar pertama bagi tatanan keislaman yang telah dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Kala itu, tersebar pembunuhan Khalifah Utsman untuk kepentingan politik yang kemudian melahirkan sekte-sekte Kalam (teologi) dalam Islam yang terus lestari hingga kini.</p><p>Diktum "perbedaan adalah Rahmat" batal demi hoaks. Sebab, diskursus sehat dalam perbedaan sebenarnya bersifat konstruktif. Kita bisa melihat diskursus antara imam-imam Mazhab yang paling populer (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) yang menghadirkan satu perangkat keilmuan yurisprudensi Islam yang menjadi khazanah monumental hingga kini. Hoaks menjadikan semua berubah menjadi tuduhan yang destruktif dan justru menyulap perbedaan (ikhtilaf) menjadi perpecahan (iftiraq).</p><p>Oleh karena itu, di dalam agama Islam ada kalimat atau quote yang penulis suka dari sayyidina Ali yaitu</p><p>&nbsp;“ أُنْظُرْ مَا قَالَ وَلاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ ”</p><p>Artinya: Lihat apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan.</p><p>Mengapa demikian? Karena, hoaks sering dimulai oleh orang pintar yang jahat untuk menyasar orang bodoh yang baik sebagai korbannya. Maka dari itu, ketika kita menerima informasi yang sudah pasti benar, jangan terburu-buru dibagikan. Pastikan bahwa informasi tersebut memberi maslahat bagi publik.</p><p>Terkait dengan perbedaan pendapat dalam agama Islam, penting untuk menjaga diskursus yang sehat dan konstruktif demi kebaikan bersama. Perbedaan pendapat seharusnya tidak menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang dalam pemahaman agama.</p><p>&nbsp;فَسْــئَلُوْۤا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ</p><p>All praise to Allah, I hope this sentence can inspire and broaden the reader's insight, insya Allah.(*)</p><p>*Fatimah Azzahra, PBA 2023</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Kerahkan Upaya, Langitkan Doa, Prodi PBA Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi LAMDIK</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/kerahkan-upaya-langitkan-doa-prodi-pba-jalani-asesmen-lapangan-akreditasi-lamdik</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/kerahkan-upaya-langitkan-doa-prodi-pba-jalani-asesmen-lapangan-akreditasi-lamdik</guid>
				<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 11:36:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;"><strong>Bangka (25/06/2025)&nbsp;</strong>Seturut dengan titah yang dilayangkan dari LAMDIK, Gelaran Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PBA dilaksanakan pada Senin – Selasa, 23-24 Juni 2025. Rangkaian kegiatan bertempat di Aula Gedung Terpadu Lantai II.</p><p style="text-align:justify;">Sedari dibuka kegiatan, tepatnya pada Senin, 23 Juni 2025, Prodi PBA menyambut kedatangan asesor dengan gemulai tarian sambut yang didampingi oleh Rektor dan Wakil Rektor I IAIN dan jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah lalu melanjutkan ke ruang utama.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, M.S.I., menyampaikan ucapan terimakasih kepada para asesor dan meminta arahan dan bimbingan untuk perbaikan ke depan bagi prodi PBA sebab prodi PBA tergolong prodi yang dikategorikan berusia muda tetapi luar biasa dalam pencapaiannya selama ini.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Senada dengan itu, Prof. Dr. KH. Hatamar Rasyid, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga menekankan dengan sangat bahwa segala hal yang diperoleh dari para asesor merupakan catatan penting untuk menjadikan budaya mutu sebagai landasan bertindak bagi pengelola prodi dan kampus menuju predikat Unggul.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, kedua asesor, Dr. Muchammad Muizzuddin dan Dr. Nurul Wahdah, melakukan penilaian mendalam terhadap berbagai aspek akademik dan non-akademik, yang mana hasil mereka memberikan sejumlah rekomendasi penting sebagai langkah awal peningkatan kualitas berkelanjutan.</p><p style="text-align:justify;">Tak luput dan hentinya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Hj. Soleha, M.A mengutarakan ucapan terimakasih sedalam-dalamnya kepada kedua asesor, pimpinan IAIN SAS Babel, serta tim Prodi PBA yang telah bekerja keras untuk menyukseskan asesmen lapangan ini. “<i>Banyak hal yang didapatkan untuk kita semua. Semoga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Apapun hasilnya nanti, tim prodi PBA sudah luar biasa untuk segala hal dalam akreditasi. Kami selaku pimpinan juga menghaturkan maaf kepada tim asesor jika selama dua hari ini pelayanan kami kurang berkenan</i>” ungkapnya</p><p style="text-align:justify;">Pada hari kedua, Selasa, 24 Juni 2025, kegiatan asesmen lapangan ditutup secara resmi dengan penandatanganan dan penyerahan berita acara dari dari tim asesor kepada Dekan dan Ketua Program Studi.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Dr. Muchamad Muizzuddin, M.Pd., selaku asesor I, memberikan apresiasi terhadap kinerja Prodi PBA. &nbsp;“<i>Jangan anggap, apa yang kami lakukan ini sebagai penghakiman. Boleh dikatakan asesmen ini semacam diskusi untuk perbaikan. Adanya perbaikan adalah hal yang lumrah. Pengembangan prodi PBA IAIN SAS Babel ke depannya senantiasa dalam basis peningkatan budaya mutu akademik</i>” urainya.</p><p style="text-align:justify;">Hal yang sama, asesor II, Dr. Nurul Wahdah, M.Pd, melihat bahwa prodi PBA IAIN SAS Babel sejauh ini sudah luar biasa. “<i>Saya melihat ada potensi besar di prodi ini untuk berkembang dan menyetarakan diri dengan prodi PBA di kampus lain serta bersaing di tingkat nasional”.</i>imbuhnya.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Asesmen Lapangan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Prof Dr. KH. Hatamar, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Hj.Soleha,M.A., Wakil Dekan I Dr. Subri,M.S.I, Wakil Dekan II Dr. Wahyudin Noor,M.S.I., Ketua LPM Dr. Ahmad Irvani, M,Ag, Ketua SPI Edy Waluyo,M.S.I., Kaprodi PBA Ela Isnani Munawwaroh, M.Pd., Alumni, Stakeholder, Kepala UPT TIPD, Kepala UPT Perpustakaan, Para Dosen Pendidikan Bahasa Arab, Tim Penyusun Borang Akreditasi, dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab (*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Orasi Yudisium Siti Redha Qadarsih, Mahasiswa PBA Peraih Lulusan Terbaik pada Yudisium XVIII Fakultas Tarbiyah</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/orasi-yudisium-siti-redha-qadarsih-mahasiswa-pba-peraih-lulusan-terbaik-pada-yudisium-xviii-fakultas-tarbiyah</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/orasi-yudisium-siti-redha-qadarsih-mahasiswa-pba-peraih-lulusan-terbaik-pada-yudisium-xviii-fakultas-tarbiyah</guid>
				<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 11:11:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;"><i>Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.</i></p><p style="text-align:justify;">Bersyukur kepada Allah dengan mengucapkan <i>Alhamdulillahirobbil Alamin</i> serta sholawat kepada Baginda Rasulullah dengan ucapan <i>Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad</i>.</p><p style="text-align:justify;">Saya <strong>Siti Redha Qadarsih</strong>, Mahasiswa program studi <strong>Pendidikan Bahasa Arab</strong> Fakultas Tarbiyah, merupakan suatu kehormatan bagi saya diberikan kesempatan untuk mewakili teman-teman untuk bertutur kata merangkai wicara dalam Prosesi Yudisium kali ini.</p><p style="text-align:justify;">Tidak ada proses yang instan didunia ini, bayi baru lahir tidak bisa langsung membaca, bahkan mie instan pun punya tutorial yang dianjurkan. Begitu juga didunia perkuliahan, semuanya butuh proses. Memilih berkuliah bukan berarti kita selangkah lebih baik dari teman-teman yang tidak berkuliah, tapi sejatinya kita sedang berproses, menjadi lebih baik. Tulisan yang kalian baca ini bukan berarti saya sudah menjadi yang terbaik, tetapi sebagai- langkah kesekian kalinya untuk selalu berproses.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Rekan-Rekan Semua….</p><p style="text-align:justify;">kita semua datang ke kampus ini dengan cerita masing-masing. Ada yang merantau jauh dari rumah. Ada yang bolak-balik kuliah sambil kerja. Ada yang aktif di organisasi. Ada juga yang diam-diam menyelesaikan semuanya tanpa banyak cerita.</p><p style="text-align:justify;">Namun, kita semua pernah merasakan hal yang sama:</p><p style="text-align:justify;">Pergi pagi dengan mata setengah terbuka, makan siang seadanya karena uang harus cukup sampai akhir bulan, pulang malam dengan tugas yang masih menumpuk, dan kadang-ngerasa sendirian meski dikelilingi banyak orang.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Tapi anehnya...</p><p style="text-align:justify;">dari semua itu, kita justru tumbuh. Bukan karena semuanya mudah, tapi karena kita memilih untuk tidak berhenti.</p><p style="text-align:justify;">Hari ini, jika kita merasa salah pada pilihan yang kita ambil, percayalah sebenarnya kita tersesat dijalan yang benar. Segar terasa dalam ingatan akan pesan ustadz Ahmad Yani, “<i>coba satu tahun, gak betah? Coba lagi satu tahun, masih belum betah? Coba lagi satu tahun, begitu seterusnya</i>” karena sejatinya kita dapat menikmati hasilnya disaat kita lulus dengan versi terbaik kita masing- masing.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Teman-teman semua….</p><p style="text-align:justify;">Boleh mengikuti organisasi eksternal internal tapi jangan menduakan KBM dikelas. Boleh makan seblak sambil maraton drakor seharian asal tidak meninggalkan tugas kuliah. Boleh healing keujung dunia, asal tidak lupa jati diri kita sebagai mahasiswa. Boleh merasa galau karena patah hati, asal ketika persentasi tidak menjadi beban kelompok. Boleh kerja siang malam, asal ingat bimbingan skripsi. Karena sejatinya musuh utama dari problematika perkuliahan adalah diri sendiri, dan hanya kita sendiri yang dapat melawannya.</p><p style="text-align:justify;">Gunakan semua fasilitas kampus sebagai sarana untuk selalu berproses, dan Jangan takut jatuh, karna yang tidak pernah memanjatlah yang tak pernah jatuh, jangan takut gagal, karna yang tak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah, jangan takut salah, karena dengan kesalahan pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.</p><p style="text-align:justify;">Hanya ini tutur yang lidah sanggup berkecak, mulut kuat berkoar, semoga kita sampai ke titik pemindahan tali toga dengan versi terbaik masing-masing karena orang tua kita pantas bangga dengan hasil jerih payah kita selama berkuliah.</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;"><i>See you on top guys</i>, <i>Ma’an Najahh</i>..</p><p style="text-align:justify;"><i>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh</i>. (*)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Mau Kau Cari di mana Hati yang Telah Hilang...?? Sejumput Warta tentang hati dari Azhari Ahmad Mahmud</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/mau-kau-cari-di-mana-hati-yang-telah-hilang-sejumput-warta-tentang-hati-dari-azhari-ahmad-mahmud</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/mau-kau-cari-di-mana-hati-yang-telah-hilang-sejumput-warta-tentang-hati-dari-azhari-ahmad-mahmud</guid>
				<pubDate>Mon, 28 Apr 2025 01:40:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Ruang itu bernama: HATI</p><p>Di antara gemuruh dunia dan bisikan ambisi, ada ruang sunyi yang jarang dijamah: hati.&nbsp;Ia tak terlihat, tak bersuara, tapi selalu hidup dan mencatat. Saat tubuh sibuk menunjukkan kekuatan, hati diam-diam memikul beban yang tak disebutkan. Sering kali tubuh dirawat dengan sangat cermat, namun hati terabaikan. Padahal, hati itulah yang menjadi sumber utama dari segalanya. Jika ia lurus, luruslah seluruh kehidupan; jika ia condong, maka segalanya akan ikut tergelincir.&nbsp;Ia tersembunyi di balik kata-kata, tersembunyi di balik senyuman, tersembunyi bahkan dari pandangan diri sendiri. Ketika tubuh bergerak, ketika lisan berbicara, hati hanya diam. Namun diamnya bukan berarti mati; diamnya menanti, memanggil, mengharap disentuh kembali oleh cahaya yang dahulu pernah memenuhi seluruh ruangnya.</p><p>Dalam buku <strong>هل تفقدت قلبك</strong>؟ karya Azhari Ahmad Mahmud, terbentang sebuah seruan halus: periksa hatimu, sebelum segalanya berlalu tanpa sempat kembali.&nbsp;Azhari Ahmad Mahmud tidak hanya mengajak untuk memeriksa hati, tetapi membukakan jendela menuju ruang terdalam jiwa yang selama ini mungkin tertutup oleh rutinitas, ambisi, bahkan ibadah yang tanpa rasa. Hati yang jujur dalam iman akan merasakan getaran saat nama Allah disebut. Ia tak hanya menangis dalam doa, tetapi menggigil saat ayat-Nya menyapa. Bukan karena takut semata, tetapi karena rindu yang telah lama ditahan.&nbsp;</p><p>Hidup bukan sekadar perjalanan menuju kematian, tetapi perjalanan menyiapkan hati untuk kehidupan yang abadi. Setiap getaran iman, setiap rasa takut yang menundukkan diri, setiap rindu yang meneteskan air mata dalam sujud, adalah tanda bahwa hati masih hidup. Namun, tidak semua hati tetap terjaga. Ada hati yang sibuk berbicara, tetapi kehilangan maknanya; ada pula yang terus bergerak, namun melupakan arah.</p><p>Iman bukan klaim. Ia bukan sekadar kata. Iman adalah apa yang hidup di dalam, dan nyata dalam tindak laku. Sebab iman yang sejati mengajarkan ridha pada takdir, cinta kepada kebaikan, dan takut kehilangan cahaya Allah. Ia bukan sekadar pengetahuan, tetapi pengalaman batin yang membuat hati tenang saat manusia lain sibuk gelisah, dan membuat seseorang kuat bahkan dalam sepi.</p><p>Namun, ada saat-saat hati menjadi sakit. Bukan karena luka fisik, tapi karena terlalu lama menjauh dari Allah. Hati yang keras tidak merasakan lagi nikmatnya nasihat. Ia tidak merinding saat ayat Allah dibacakan. Ia merasa ringan saat berdosa, dan berat saat diajak beribadah. Inilah hati yang sedang memudar, namun belum mati—dan justru karena itulah ia masih bisa diselamatkan.</p><p>Menyembuhkan hati bukan perkara instan. Dzikir yang konsisten, doa yang tulus, dan pergaulan yang saleh adalah beberapa jalannya. Membaca Al-Qur’an dengan hati yang hadir, bukan hanya dengan mata. Menyendiri bukan untuk menghindar dari dunia, tetapi untuk membiarkan cahaya Allah masuk tanpa gangguan.&nbsp;Kelak, ketika seluruh tubuh diam, hanya hati yang akan bersuara. Ia akan menjadi saksi. Apakah selama hidupnya ia dipenuhi dengan cinta dunia, atau dilapangkan untuk mengingat Allah?</p><p>Pada akhirnya, tidak semua yang diam itu mati, dan tidak semua yang bergerak itu hidup. Hati yang tenang adalah hati yang sadar bahwa dunia ini bukan tujuan. Ia adalah kendaraan menuju kampung yang kekal. Dan sungguh, keselamatan hati adalah kemuliaan tertinggi, sebab tidak ada amal yang benar tanpa hati yang bersih.&nbsp;<span style="color:rgb(17,17,17);">Tidak ada yang lebih mulia daripada hati yang lembut, hati yang bersinar karena dzikir, hati yang menangis dalam sujudnya, hati yang bergetar karena mengingat kematian bukan sebagai akhir, tetapi sebagai permulaan.</span></p><p>Maka tanyakan pada diri:&nbsp;di mana hati ini berlabuh? Apakah ia masih mendengar seruan Allah dalam sunyi? Ataukah ia telah terlalu jauh, terhanyut oleh arus dunia yang menggoda?&nbsp;Jika hati masih bisa bergetar karena mengingat Allah, masih bisa basah dalam keheningan doa, maka sesungguhnya harapan belum pernah padam. Hati itu belum mati. Ia hanya menunggu untuk diajak pulang—kepada cahaya yang telah lama memanggilnya.*</p><p>*Fatimah Azzahra, PBA 2023</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pengumuman Pelaksanaan Seminar Proposal periode II Tahun 2025</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-pelaksanaan-seminar-proposal-periode-ii-tahun-2025</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-pelaksanaan-seminar-proposal-periode-ii-tahun-2025</guid>
				<pubDate>Tue, 01 Apr 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Seminar%20Proposal%20Periode%202%20Tahun%202025.jpg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Menata Hati untuk Kehidupan ala Yasmin Mogahed</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/menata-hati-untuk-kehidupan-ala-yasmin-mogahed</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/menata-hati-untuk-kehidupan-ala-yasmin-mogahed</guid>
				<pubDate>Thu, 23 Jan 2025 01:20:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Seuntai kalam langit memulai dengan :</p><p>اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ </p><p>"Hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS. Ar-Ra'd: 28)</p><p>Hati adalah pusat dari seluruh perasaan dan kehidupan manusia. Seperti bejana, hati selalu terisi dengan sesuatu. Namun, apakah yang mengisi hati itu adalah sesuatu yang membawa kedamaian sejati? Ketika hati dipenuhi oleh cinta dunia, ambisi, dan rasa takut kehilangan, hati kehilangan ruang untuk cahaya Allah. Tetapi, ketika hati dipenuhi dengan cinta kepada Allah, ketenangan sejati pun hadir.</p><p>Hati manusia bagaikan bejana yang tak pernah kosong. Setiap saat, ia terisi dengan berbagai hal. Ada yang mengisinya dengan penuh cinta, ambisi, atau pencapaian. Namun, apabila bejana sering kali dipenuhi dengan hal-hal yang tidak abadi, pada akhirnya hanya menjadi ilusi. Untuk menemukan kedamaian sejati, diperlukan seni melepaskan, bukan sebagai bentuk kehilangan, tetapi sebagai bentuk menerima bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah bagian dari kasih sayang Allah.</p><p>Hidup sering dianggap orang-orang sebagai ujian, tetapi bukankah sejatinya hidup adalah salah satu bentuk kasih sayang terbesar dari Allah? Kasih sayang Allah hadir dalam setiap nafas, setiap langkah, dan bahkan dalam takdir yang membutuhkan waktu untuk memahami sepenuhnya. Ketika hati terlalu terikat pada dunia, sering lupa bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana Ilahi yang penuh hikmah.</p><p>Manusia diciptakan bukan untuk sekadar menjalani hidup yang fana, tetapi untuk meraih kekekalan yang sempurna di surga. Kehidupan ini bukan tujuan akhir, tetapi jalan untuk kembali kepada Allah. Melepaskan keterikatan pada dunia bukan berarti menolak dunia, melainkan memahaminya sebagai titipan sementara. Ketika hati dipenuhi dengan cinta kepada Allah, tidak ada yang hilang; justru segalanya menjadi bermakna.</p><p>Allah SWT berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat: 56). Ayat ini menunjukkan bahwa setiap aspek kehidupan adalah wujud ibadah. Pekerjaan, cinta, dan impian semuanya dapat menjadi ibadah jika dilandasi dengan kesadaran bahwa Allah adalah tujuan akhir.</p><p>Namun, hati yang terlalu penuh oleh hal-hal fana tidak mampu menampung cahaya Allah. Ambisi yang berlebihan, cinta dunia yang mendominasi, atau rasa takut kehilangan menjadikan hati sempit dan tidak tenang. Maka, membersihkan hati dari keterikatan yang sementara bukanlah sebuah pengorbanan, melainkan sebuah proses penyucian. Bagaimana caranya? Dengan kembali kepada Allah melalui taubat yang tulus, sembari meluruskan niat agar setiap langkah hidup menjadi wujud cinta dan pengabdian kepada-Nya.</p><p>Manusia adalah makhluk yang kekal, bukan karena hidup di dunia ini, tetapi karena Allah telah menjanjikan kehidupan abadi di surga untuk orang-orang beriman. Dalam surga, hati akan sepenuhnya dipenuhi oleh kebahagiaan yang tidak pernah berakhir. Keindahan, cinta, dan kedamaian yang dirasakan adalah manifestasi langsung dari kasih sayang Allah.</p><p>Jika hidup adalah kasih sayang Allah, maka setiap momen adalah kesempatan untuk mendekat kepada-Nya. Ketika disadari bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya, melepaskan keterikatan duniawi menjadi lebih mudah. Sebab, tidak ada yang benar-benar hilang; yang ada hanyalah perjalanan menuju kehidupan yang lebih kekal, lebih indah, dan lebih bermakna. Hati yang bebas dari keterikatan duniawi bukanlah hati yang kehilangan, melainkan hati yang siap menerima cahaya Allah. Maka, renungkanlah. Apa yang mengisi bejana hati saat ini? Apakah itu membawa lebih dekat kepada Allah, atau justru menjauhkan? (*)</p><p>*Fatimah Azzahra, PBA 2023</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Cahaya: Sinar Abadi yang Menginspirasi Cinta dan Kehidupan</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/cahaya-sinar-abadi-yang-menginspirasi-cinta-dan-kehidupan</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/cahaya-sinar-abadi-yang-menginspirasi-cinta-dan-kehidupan</guid>
				<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 01:26:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Kita butuh cahaya...</p><p>Cahaya adalah salah satu manifestasi kekuasaan Allah yang luar biasa, tidak hanya menerangi ruang di sekitar kita, tetapi juga menerangi kehidupan. Dalam ilmu fisika, cahaya didefinisikan sebagai gelombang elektromagnetik yang mampu menembus ruang hampa yang merupakan fenomena sederhana yang menyimpan kompleksitas luar biasa. Al-Qur'an, dalam Surah An-Nur ayat 35, menggambarkan Allah sebagai sumber cahaya langit dan bumi.</p><p>اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَا حٌ ۗ الْمِصْبَا حُ فِيْ زُجَا جَةٍ ۗ اَلزُّجَا جَةُ كَاَ نَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍ ۙ يَّـكَا دُ زَيْتُهَا يُضِيْٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَا رٌ ۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍ ۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَ مْثَا لَ لِلنَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ </p><p>Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. An-Nur 24: Ayat 35).</p><p>Ayat ini melukiskan perumpamaan cahaya Allah yang sempurna, seperti pelita yang terpancar melalui kaca. Pancaran itu tidak terhalang, menyinari apa saja yang ada di sekitarnya. Begitu pula dengan cinta, cahaya yang menerangi hati manusia. Cinta menjadi pelita di dalam kegelapan, memberikan harapan saat dunia terasa kelam, dan membimbing manusia menuju jalan kebaikan.</p><p>Seperti cahaya, cinta juga hadir tanpa membutuhkan alasan atau perantara. Cahaya menjangkau segala ruang tanpa batas, seperti cinta sejati yang mampu menjelajahi relung hati yang terdalam. Dalam sains, Ibn Al-Haitham menjelaskan bahwa cahaya adalah kumpulan partikel yang bergerak sangat cepat, menyebar dengan keindahan. Hal ini mengingatkan kita bahwa cinta sejati memiliki kekuatan untuk menyentuh dan mengubah hidup seseorang dengan cepat, memberikan makna baru dalam kehidupan.</p><p>Christian Huygens, melalui teorinya, menyatakan bahwa gelombang cahaya dapat saling berinterferensi dan menciptakan pola yang indah. Ini mengajarkan bahwa cinta sejati tidak hanya hadir untuk satu arah, tetapi juga saling melengkapi. Seperti gelombang cahaya yang membentuk pola indah pada garis pantulan air, cinta sejati akan menciptakan pola kehidupan yang penuh warna dan makna.</p><p>Dengan merenungi cahaya, kita dapat memahami lebih dalam arti cinta dalam kehidupan. Cahaya mengajarkan bahwa hidup tidak hanya soal melihat tetapi juga soal merasakan. Begitu pula cinta, yang merupakan anugerah Allah untuk memberi kehidupan rasa, arah, dan tujuan. Dalam setiap cahaya yang menerangi malam, kita diingatkan bahwa cinta, seperti cahaya, adalah berkah Ilahi yang harus kita jaga dan sebarkan, agar dunia selalu hangat oleh sinarnya. Pada akhirnya, saat aku merenungi cahaya-Nya, aku menemukan diriku kembali. Dalam tangis dan sujudku, ku temukan diriku yang banyak dosa. Dalam ketenangan, ku temukan hidayahNya.(*)</p><p>*Fatimah Azzahra, PBA 2023</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>IAIN SAS Bangka Belitung Menempati Peringkat ke-2 Perguruan Tinggi Terbaik di Provinsi Bangka Belitung</title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-bangka-belitung-menempati-peringkat-ke-2-perguruan-tinggi-terbaik-di-provinsi-bangka-belitung</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-bangka-belitung-menempati-peringkat-ke-2-perguruan-tinggi-terbaik-di-provinsi-bangka-belitung</guid>
				<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 08:06:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>BANGKA, &nbsp;</strong><a href="https://tipd.iainsasbabel.ac.id"><strong>TIPD.IAINSASBABEL.AC.ID</strong></a><strong> -</strong> Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) menduduki peringkat kedua terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Versi Webometrics Ranking of World Universities edisi Januari 2024&nbsp;<span style="color:black;"> berdasarkan situs pemeringkatan&nbsp;</span><a href="https://www.webometrics.info/en/search/Rankings/islam%20negeri"><span style="color:rgb(0,189,156);"><i>Webometrics</i></span></a>. Senin,13/02/2024.</p><p style="text-align:justify;">Pencapaian peringkat ini didasarkan atas keberhasilan IAIN SAS Babel&nbsp; dalam memenuhi penilaian Webometrics menggunakan tiga indikator dalam penilaiannya, yakni visibility (50 persen), transparency or openness (10 persen) dan excellence or scholar (40 persen).</p><p style="text-align:justify;">Aspek visibility diperoleh dari dampak konten publikasi di website. Lalu, transparency or openness mengacu pada keterbukaan publikasi ilmiah berdasarkan sitasi tertinggi dari peneliti universitas. Sedangkan excellence or scholar berdasarkan sitasi tertinggi hasil riset.</p><p style="text-align:justify;">Diketahui, Webometrics merupakan suatu perangkat sistem yang berinisiatif untuk mempromosikan dan membuka akses publikasi ilmiah, guna meningkatkan kehadiran akademik dan lembaga-lembaga penelitian di situs web.</p><p style="text-align:justify;">Penentuan peringkat didasarkan pada kinerja website atau situs perguruan tinggi terkait pada tiga bidang, yaitu visibility, openness dan excellence.</p><p style="text-align:justify;">Atas capaian yang membanggakan ini, Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I , menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang solid dan komitmen seluruh civitas akademik dan Tim Pengelola website dalam menyajikan informasi dan tidak lupa beliau juga menyampaikan agar Tim selalu semangat dalam mengelola website yang ada.</p><p style="text-align:justify;">Meskipun prestasi yang gemilang telah diraih, Irawan&nbsp; juga terus mendorong dan memberi semangat kepada seluruh civitas akademik agar terus berupaya menjadi yang terbaik dan memberi dedikasi yang tinggi kepada masyarakat.</p><p style="text-align:justify;">mengingatkan agar tidak cepat Puas dengan pencapaian yang ada. Beliau juga berpesan agar seluruh Tim tetap solid dan terus meningkatkan kualitas berita yang disajikan melalui website, sehingga berita yang ada dapat dijadikan sebagai bahan dan dokumen yang mampu meningkatkan Akreditasi Program Studi dan Institusi.</p><p style="text-align:justify;">“Kualitas sejati dari suatu kampus bukanlah seberapa tinggi dia berada dalam peringkat, tetapi betapa besar peranannya dalam mengubah kehidupan para mahasiswanya dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Oleh sebab itu mari bersama-sama menjadi yang terbaik,” jelasnya.</p><p style="text-align:justify;">Berikut ini daftar 13 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Terbaik di Provinsi Babel Januari 2024</p><p style="text-align:justify;">1. Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur</p><p style="text-align:justify;">2. IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">3. Universitas Bangka Belitung&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">4. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung</p><p style="text-align:justify;">5. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung UMBB</p><p style="text-align:justify;">6. Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang</p><p style="text-align:justify;">7. Institut / Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat</p><p style="text-align:justify;">8. Politeknik Darma Ganesha Tanjungpandan Kabupaten Belitung</p><p style="text-align:justify;">9. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE IBEK</p><p style="text-align:justify;">10. Unaba / Sekolah Tinggi Abdi Nusa Pangkalpinang</p><p style="text-align:justify;">11. Akademi Manajemen Belitung AMB</p><p style="text-align:justify;">12. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan STIKES Citra Delima Bangka Belitung</p><p style="text-align:justify;">13. Universitas Pertiba Pangkalpinang Bangka</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;"><span style="background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(58,58,58);">Penulis : Ayaknan</span></p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/tes-baca-al-quran-prodi-pba-periode-i-tahun-2026</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/tes-baca-al-quran-prodi-pba-periode-i-tahun-2026</guid>
				<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 12:38:18 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Note:<br>Waktu pelaksanaan tes menyesuaikan dengan jadwal dosen penguji masing-masing.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/seminar-proposal-fakultas-tarbiyah-periode-i-tahun-2026</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/seminar-proposal-fakultas-tarbiyah-periode-i-tahun-2026</guid>
				<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 12:36:38 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Seminar Proposal pada Fakultas Tarbiyah Periode I Tahun 2026</strong></p><p>Pendaftaran : 04 s.d. 09 Februari 2026</p><p>Pelaksanaan : 11 s.d. 12 Februari 2026</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/ujian-munaqosyah-fakultas-tarbiyah-periode-i-tahun-2026</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/ujian-munaqosyah-fakultas-tarbiyah-periode-i-tahun-2026</guid>
				<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 12:34:47 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Ujian Munaqosyah pada Fakultas Tarbiyah Periode I Tahun 2026</strong></p><p>Pendaftaran : 22 s.d. 29 Januari 2026</p><p>Pelaksanaan : 03 s.d. 04 Februari 2026</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/ujian-komprehensif-fakultas-tarbiyah-periode-i-tahun-2026</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/ujian-komprehensif-fakultas-tarbiyah-periode-i-tahun-2026</guid>
				<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 12:32:32 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Ujian Komprehensif pada Fakultas Tarbiyah Periode I Tahun 2026</strong></p><p>Pendaftaran : 08 s.d. 20 Januari 2026</p><p>Pelaksanaan : 22 Januari 2026</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/sosialisasi-pendaftaran-siswa-span-ptkin-2024-untuk-tik-ptkin</link>
				<guid>https://pba.iainsasbabel.ac.id/agenda/sosialisasi-pendaftaran-siswa-span-ptkin-2024-untuk-tik-ptkin</guid>
				<pubDate>Fri, 16 Feb 2024 05:58:29 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
	</channel>
</rss>