Yogyakarta, 25 September 2026 — Ada cara berbeda untuk belajar menjadi seorang pendidik: bukan hanya membaca teori di ruang kuliah, tetapi hadir langsung di tengah denyut kehidupan madrasah. Semangat itulah yang dibawa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan II (PPLK II) Madrasah Nasional di MAN 1 Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada 25 September hingga 25 November 2026 tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus memperkaya pengalaman kependidikan yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan.
Bagi mahasiswa PBA, PPLK II bukan sekadar kewajiban akademik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk merasakan secara langsung bagaimana seorang calon guru merancang pembelajaran, berinteraksi dengan peserta didik, memahami karakter siswa, serta membangun suasana belajar bahasa Arab yang komunikatif dan bermakna.
Dari teori menuju pengalaman nyata
Lingkungan MAN 1 Yogyakarta menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Berhadapan langsung dengan kultur madrasah memberikan pengalaman yang tidak selalu ditemukan dalam perkuliahan.
Di ruang-ruang kelas, mahasiswa ditantang untuk menerjemahkan konsep pedagogik menjadi praktik. Materi yang sebelumnya dipelajari secara teoritis mulai menemukan bentuknya melalui perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, komunikasi dengan peserta didik, hingga evaluasi pembelajaran.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi proses refleksi: bahwa menjadi guru bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang dikuasai, tetapi juga tentang kemampuan memahami manusia yang belajar.
Membawa nama Bangka Belitung ke Yogyakarta
Keikutsertaan mahasiswa PBA IAIN SAS Babel dalam program PPLK II Madrasah Nasional juga menjadi bentuk perluasan pengalaman akademik lintas daerah.
Dari Bangka Belitung menuju Yogyakarta, mahasiswa tidak hanya membawa identitas sebagai calon pendidik, tetapi juga membawa semangat untuk mengenal praktik pendidikan di lingkungan madrasah yang memiliki kultur dan pengalaman berbeda.
Pertemuan dua lingkungan pendidikan tersebut menjadi peluang untuk saling belajar—membuka wawasan mahasiswa mengenai keberagaman pendekatan pembelajaran sekaligus memperkaya perspektif mereka tentang dunia pendidikan madrasah di Indonesia.
Menyiapkan pendidik masa depan
Sebagaimana pesan yang tercantum dalam banner kegiatan, PPLK II diarahkan untuk “membentuk pendidik masa depan yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global.”
Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa PBA di tengah kebutuhan pendidik bahasa Arab yang tidak hanya menguasai kompetensi kebahasaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, karakter generasi muda, serta tuntutan pendidikan global.
Dua bulan di MAN 1 Yogyakarta diharapkan menjadi lebih dari sekadar catatan dalam laporan PPLK. Ia menjadi ruang latihan untuk membangun mentalitas guru—belajar dari kesalahan, berani mencoba, terbuka terhadap masukan, dan terus melakukan refleksi.
Pada akhirnya, perjalanan PPLK II ini bukan hanya tentang mahasiswa yang datang untuk mengajar. Mereka datang untuk belajar menjadi guru.
Dan dari Yogyakarta, pengalaman itu diharapkan pulang ke Bangka Belitung sebagai bekal untuk melahirkan pendidik Bahasa Arab yang lebih percaya diri, profesional, adaptif, dan siap mengambil peran dalam pendidikan masa depanMahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung bersama pihak MAN 1 Yogyakarta dalam rangka pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan II (PPLK II) Madrasah Nasional, 25 September–25 November 2026.