Bangka (17/10/2025) Dengan semarak, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu (KDT) Internasional via Zoom Meeting secara daring, pada 16 Oktober 2025.
Tajuk utama dalam kegiatan ini نـحو إطار توظيفي لتعليم اللغة العربية بين الثابت والـمتحول في عصر الذكاء الاصطناعي: منظور الثقافة الإسلامية والـمحلية/Naḥwa Iṭār Tawẓīfī li-Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah baina al-Thābit wa al-Mutaḥawwil fī ‘Aṣr al-Dzakā’ al-Iṣṭinā‘ī: Manẓūr al-Thaqāfah al-Islāmiyyah wa al-Maḥalliyyah dengan mengundang pembicara utama dari negeri jiran, Dr. Md. Noor bin Hussin, Dekan Fakultas Pengajian Peradaban Islam,Pensyarah Kanan dalam Bidang Linguistik dan Bahasa Arab, Universitas Islam Selangor, Malaysia.
Kegiatan – yang menjadi agenda fundamental pengembangan dan peningkatan kualitas program studi ini – dipandu oleh MC: Yusinta Putriana dan Nia Ramdani, Mahasiswa PBA semester III dan disambut meriah oleh Ketua program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Ela Isnani Munawwaroh, M.Pd. serta dibuka resmi oleh Dr. Soleha, M.A selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik.
Melacak beberapa istilah dalam tajuk kegiatan ini, ada hal yang patut untuk kembali direnungkan dalam lingkup pembelajaran Bahasa Arab. Lema إطار توظيفي Iṭār Tawẓīfī merupakan sinyalemen penting dalam perkembangan pembelajaran Bahasa Arab. Lema tersebut, secara ringkas, didefinisikan sebagai pendekatan yang disebut Pendekatan Fungsional. Dalam telaah sumber, pendekatan fungsional diartikan sebagai pendekatan yang bertitik tolak pada fungsi dan penggunaan praktis.
Sesuai dengan lingkup tajuk, pembelajaran bahasa Arab seyogyanya berfokus kepada fungsi bahasa Arab dan penggunaannya dalam interaksi dan komunikasi. Pembelajaran tidak hanya sebatas pada aras penguasan teori bahasa (baca: nahwu, sharaf, balaghah dan lain-lain) tetapi juga bagaimana bahasa itu digunakan secara nyata.
Paragraf tersebut membuat irisan dengan lema الثابت والمتحول al-Thābit wa al-Mutaḥawwil. Dua lema ini – pernah menjadi judul disertasi cendikiawan Arab, Ali Ahmad Said, yang terkenal dengan nama pena : Adonis, yaitu الثابت والمتحول: بحث في الإبداع والإتباع عند العرب – bersinggungan dalam hal bagaimana memperkuat konsep dan alur pendekatan fungsional. Pendekatan fungsional tidak hanya bermain di satu sisi.
Teori bahasa yang dominan pada penguasaan kaidah bahasa Arab lekat dengan wacana الثابت al-Thābit yang bersentuhan dan berkesinambungan dengan sisi sumber-sumber tradisi (al-Qur’an, Hadis, Kitab-kitab para ulama). Di sisi lain, pendekatan fungsional juga membuka diri dengan wacana المتحول al-Mutaḥawwil yang senantiasa bersentuhan dengan perkembangan zaman dan pembaruan dalam ranah kajian terbaru dalam bidang kurikulum dan teknologi pembelajaran. Kolaborasi antara dua lema tersebut dapat menjadi terobosan dan upaya dalam mewujudkan tujuan pembelajaran Bahasa Arab.
Sebagai contoh praktis, materi pembelajaran Bahasa Arab yang sering digambarkan baku dan kaku (bagian dari tradisi) akan menjadi segar dan hidup melalui telaah mendalam pada strategi pengajaran dan pembelajaran terkini yang dipadukan dengan penggunaan media dan teknologi yang berkembang (bagian dari inovasi). Dengan demikian, akan lebih terasa jadinya bagaimana bahasa digunakan dan bagaimana kompetensi berbahasa dapat diperoleh secara maksimal.
Seturut dengan itu, perkembangan media dan teknologi sebagai wujud inovasi yang dapat digunakan ke berbagai dimensi dan lini, mencapai posisi tinggi. para ahli menisbatkan keberadaannya sebagai sebuah periode/era dalam babakan kehidupan manusia. Sebutlah ia dengan era AI atau Kecerdasan Artifisial ‘Aṣr al-Dzakā’ al-Iṣṭinā‘ī عصر الذكاء الاصطناعي. Tak dapat dimungkiri, AI mendapat tempat dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa Arab. Bagi pembelajar, contohnya, keberadaan aplikasi atau platform Gemini, Chat GPT, AI Translate dapat membantu pembelajaran bahasa Arab dalam hal analisis bahasa dan pemahamannya. Demikian halnya, bagi pengajar, keberadaan mereka dapat memperkuat peranan pengajar - bukan pengganti – dalam mentransfer materi dan pesan pembelajaran.
Keberadaan AI sebagai bagian inovasi tentunya tidak semuanya putih dengan peluang dan harapan. Baik sebagai pengajar maupun pembelajar, semestinya memperhatikan sisi hitamnya. Mendayagunakan AI secara mutlak sebagai solusi untuk menuntaskan segala perkara adalah sikap latah dan lewah. Penggunaan AI yang latah tanpa kontrol memberi dampak pada hakikat dan nilai kemanusiaan. Misalnya, munculnya rasa malas, ketergantungan diri, minimnya usaha, tidak adanya sikap amanah, serta keringnya nilai dan makna dalam belajar. Untuk menyaring supaya hal itu tidak terjadi, di situlah peranan nilai-nilai agama Islam dan budaya. Inilah yang menjadi tugas besar bagi siapapun yang menjalankan perannya dalam merumuskan pembelajaran bahasa Arab ke depan.
Pemaparan materi narasumber makin menarik saat muncul reaksi dari peserta. Diskusi yang dipandu oleh moderator, Iskandi, M.Pd.I. menjadi ruang hangat untuk saling berbagi tanggapan, komentar, tanya jawab. Terlebih lagi, peserta yang hadir bukan hanya dari kalangan mahasiswa melainkan juga dari pihak luar kampus dan luar negeri, yaitu para guru di SMA Negeri 1 Jebus, Ustadzah Noor Ali (Libya) dan Dr. Alaa Sa’ad Azhariy (Mesir).
Pelaksanaan Kuliah Dosen Tamu (KDT) Internasional merupakan agenda fundamental untuk peningkatan kualitas akademik program studi agar terjalinnya kolaborasi lintas negara dan institusi pendidikan serta merekonstruksi langkah dan gerak dalam pembelajaran bahasa Arab di hadapan sengitnya perubahan. (*)
(*) M. Thaib Rizki