Orasi Yudisium Siti Redha Qadarsih, Mahasiswa PBA Peraih Lulusan Terbaik pada Yudisium XVIII Fakultas Tarbiyah

avatar M. Thaib Rizki, M.Pd.
M. Thaib Rizki, M.Pd.

20 x dilihat
Orasi Yudisium Siti Redha Qadarsih, Mahasiswa PBA Peraih Lulusan Terbaik pada Yudisium XVIII Fakultas Tarbiyah

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bersyukur kepada Allah dengan mengucapkan Alhamdulillahirobbil Alamin serta sholawat kepada Baginda Rasulullah dengan ucapan Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad.

Saya Siti Redha Qadarsih, Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah, merupakan suatu kehormatan bagi saya diberikan kesempatan untuk mewakili teman-teman untuk bertutur kata merangkai wicara dalam Prosesi Yudisium kali ini.

Tidak ada proses yang instan didunia ini, bayi baru lahir tidak bisa langsung membaca, bahkan mie instan pun punya tutorial yang dianjurkan. Begitu juga didunia perkuliahan, semuanya butuh proses. Memilih berkuliah bukan berarti kita selangkah lebih baik dari teman-teman yang tidak berkuliah, tapi sejatinya kita sedang berproses, menjadi lebih baik. Tulisan yang kalian baca ini bukan berarti saya sudah menjadi yang terbaik, tetapi sebagai- langkah kesekian kalinya untuk selalu berproses. 

 

Rekan-Rekan Semua….

kita semua datang ke kampus ini dengan cerita masing-masing. Ada yang merantau jauh dari rumah. Ada yang bolak-balik kuliah sambil kerja. Ada yang aktif di organisasi. Ada juga yang diam-diam menyelesaikan semuanya tanpa banyak cerita.

Namun, kita semua pernah merasakan hal yang sama:

Pergi pagi dengan mata setengah terbuka, makan siang seadanya karena uang harus cukup sampai akhir bulan, pulang malam dengan tugas yang masih menumpuk, dan kadang-ngerasa sendirian meski dikelilingi banyak orang. 

Tapi anehnya...

dari semua itu, kita justru tumbuh. Bukan karena semuanya mudah, tapi karena kita memilih untuk tidak berhenti.

Hari ini, jika kita merasa salah pada pilihan yang kita ambil, percayalah sebenarnya kita tersesat dijalan yang benar. Segar terasa dalam ingatan akan pesan ustadz Ahmad Yani, “coba satu tahun, gak betah? Coba lagi satu tahun, masih belum betah? Coba lagi satu tahun, begitu seterusnya” karena sejatinya kita dapat menikmati hasilnya disaat kita lulus dengan versi terbaik kita masing- masing.

 

Teman-teman semua….

Boleh mengikuti organisasi eksternal internal tapi jangan menduakan KBM dikelas. Boleh makan seblak sambil maraton drakor seharian asal tidak meninggalkan tugas kuliah. Boleh healing keujung dunia, asal tidak lupa jati diri kita sebagai mahasiswa. Boleh merasa galau karena patah hati, asal ketika persentasi tidak menjadi beban kelompok. Boleh kerja siang malam, asal ingat bimbingan skripsi. Karena sejatinya musuh utama dari problematika perkuliahan adalah diri sendiri, dan hanya kita sendiri yang dapat melawannya.

Gunakan semua fasilitas kampus sebagai sarana untuk selalu berproses, dan Jangan takut jatuh, karna yang tidak pernah memanjatlah yang tak pernah jatuh, jangan takut gagal, karna yang tak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah, jangan takut salah, karena dengan kesalahan pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.

Hanya ini tutur yang lidah sanggup berkecak, mulut kuat berkoar, semoga kita sampai ke titik pemindahan tali toga dengan versi terbaik masing-masing karena orang tua kita pantas bangga dengan hasil jerih payah kita selama berkuliah.

 

See you on top guys, Ma’an Najahh..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)