Cemas....Ayoo..Ngaku Deh Kamu yang Gen Milenial dan Gen-Z

avatar M. Thaib Rizki, M.Pd.
M. Thaib Rizki, M.Pd.

25 x dilihat
Cemas....Ayoo..Ngaku Deh Kamu yang Gen Milenial dan Gen-Z
Filosofi Teras - Henry Manampiring

Pernahkah kamu merasa khawatir terhadap suatu hal yang remeh atau bahkan suatu yang besar di dalam hidupmu, baik yang telah terjadi ataupun yang belum terjadi sekalipun ? Tentu saja hal ini bukan hanya kekhawatiran kamu saja namun Sebagian orang juga merasakan hal yang serupa dan mengalaminya karena kita hidup di era modern yang penuh dengan berbagai macam kekhawatiran akan masa depan yang tanpa sadar membuat kita kesulitan dalam menemukan makna kehidupan dan kebahagiaan dalam hidup. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena bahwasanya pembahasan tentang kekhawatiran dan emosi negatif manusianya telah dibahas lebih dari 2000 tahun lalu hingga lahirlah Stoisisme atau yang dikenal dengan nama Filosofi Teras yang menemukan akar masalah dan juga solusi yang terbukti relevan hingga masa kini.

 

Ya, Pembahasan tersebut ditulis oleh Henry Manampiring dalam sebuah buku berjudul Filosofi Teras dengan tebal kurang lebih 346 halaman. Meskipun penulis tidak memiliki latar Pendidikan sebagai mahasiswa ataupun pengajar dalam Pelajaran Filsafat, namun penulis dapat memberikan penjelasan tentang stoisisme secara terperinci dengan bahasa yang mudah dicerna beserta dengan contoh yang relevan di dunia nyata dengan berbagai macam perspektif serta solusi yang ditawarkan dapat dipraktikkan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

 

Sebuah survei dilakukan secara daring oleh penulis sendiri (komposisi responden 70% wanita) menunjukkan bahwasanya 63% (hampir dua dari tiga responden) mengaku merasa lumayan khawatir / sangat khawatir dalam kehidupan tentang hidup secara umum saja. Dan untuk hal seperti kekhawatiran mengenai pendidikan, hubungan, pekerjaan, keuangan, peran sebagai orang tua bahkan politik memiliki persentase yang berbeda-beda. Penulis menyimpulkan bahwa ada lebih banyak orang yang merasa khawatir akna hidupnya dengan dua dari tiga responden maerasa khawatir secara umum. Hubungan (relationship) ternyata tidak menjadi kekhawatiran tertinggi, sementara peran menjadi orangtua dan keuangan cukup menjadi kekhawatiran, di luar kehidupan pribadi, kondisi sosial politik juga sesuatu yang sangat dikhawatirkan.

 

Lantas, apakah kekhawatiran hidup itu normal?

Tentu saja kekhawatiran tidak perlu dipusingkan atau dikhawatirkan (untuk apa khawatir tentang khawatir itu sendiri) karena ia dapat memberikan banyak efek negatif, seperti dapat menghabiskan energi pikiran, menghabiskan waktu dan juga uang serta mengganggu Kesehatan tubuh.

 

Seorang psikolog, DR. Andri SPKJ FAPM, dalam wawancara penulis menjelaskan berdasarkan quote dan Hans Seyle mengatakan; “bukan stres yang membunuh kita, tapi reaksi kita terhadapnya.” Masalah inti bukan pada stres itu sendiri tapi dari dari persepsi. Jika dibiarkan, dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan jantung, hipertensi dan diabetes. Cemas sehari-hari pun sudah bisa memengaruhi fisik, lalu apa solusinya? Bagaimana cara mengatasinya? Lebih dalam dari itu bagaimana?? 

 

Barangkali kamu yang penasaran dengan buku yang membahas tentang filsafat dengan bahasa yang mudah dipahami dengan pendekatan yang menyenangkan, kamu bisa mendapatkan buku ini. Buat kamu yang masih ingin mengenal lebih jauh tentang stoisisme, tentunya penasaran seperti apa ulasannya, bukan? 

Tak usah lama-lama, segera baca bukunya.!! (*)

*Aisyah  Salsabila, PBA 2023