Hari-Hari di Kulon Progo, Salsa Alfi Hikmah, Mahasiswa PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Punya Cerita dalam KKN Nusantara

avatar M. Thaib Rizki, M.Pd.
M. Thaib Rizki, M.Pd.

21 x dilihat
Hari-Hari di Kulon Progo, Salsa Alfi Hikmah, Mahasiswa PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Punya Cerita dalam KKN Nusantara
Mengajar Bahasa Arab

Mengunjungi UMKM Warga
Mengunjungi UMKM Warga

Mendesain Pohon Kreatif bersama Anak-anak
Mendesain Pohon Kreatif bersama Anak-anak

Kali ini, Prodi PBA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung berkesempatan mewawancarai salah satu peserta KKN Nusantara Tahun 2025, Salsa Alfi Hikmah. Salsa – panggilan akrabnya dalam keseharian - mendapatkan kesempatan untuk mengikuti KKN Nusantara berkolaborasi dengan delegasi mahasiswa dari kampus lain. Salsa, sebagai salah satu mahasiswa Prodi PBA semester IV menceritakan beberapa hal yang ia dapatkan selama mengikuti KKN Nusantara. Simak kisah dan pengalamannya selama mengikuti kegiatan KKN Nusantara.

 

Bagaimana rasanya pertama kali menapaki Kulon Progo?

Saya, sebagai salah satu delegasi IAIN SAS Babel, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti KKN Nusantara di Kulon Progo. Menapaki Kulon Progo menjadi semacam napak tilas dalam hidup saya dalam menemukan pengalaman yang sangat berharga dan penuh warna. Kulon Progo, dengan kekayaan budaya dan potensi alamnya, memberikan banyak kesempatan bagi kami untuk belajar langsung menerapkan ilmu yang kami miliki dalam membantu masyarakat

Ketika pertama kali tiba di Kulon Progo, saya merasa campuran antara antusiasme, rasa ingin tahu, dan sedikit kegelisahan menghadapi lingkungan baru yang berbeda dari daerah asal saya di Bangka Belitung. Namun, segala kekhawatiran itu perlahan menghilang berkat sambutan hangat dari masyarakat setempat dan teman-teman KKN yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Apa makna KKN bagi Salsa selama di Kulon Progo?

Pengalaman mengikuti KKN Nusantara di Kulon Progo membuka cakrawala baru dalam diri saya. Tidak hanya sebagai mahasiswa yang mengabdi, tetapi juga sebagai individu yang belajar menghargai perbedaan, berkontribusi nyata, dan memperkuat nilai-nilai moderasi dalam kehidupan bermasyarakat. Semua ini membuka mata dan hati saya akan arti penting toleransi, penghormatan, dan kerjasama dalam keberagaman. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya kapasitas akademik dan sosial saya, tetapi juga membentuk karakter yang lebih bijak, terbuka, dan peduli terhadap sesama. Saya percaya, pembelajaran dan kenangan selama KKN ini akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan pribadi maupun karier saya ke depan.

Selama KKN, saya merasakan pentingnya kerja sama dan komunikasi lintas budaya karena kami berinteraksi dengan warga yang memiliki adat dan kebiasaan unik. Pengalaman ini menumbuhkan rasa hormat dan penghargaan yang dalam terhadap keberagaman, sekaligus memperkuat sikap moderasi beragama yang menjadi fokus KKN Nusantara. Selama pelaksanaan KKN, saya belajar banyak tentang bagaimana menjaga keseimbangan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada. Melalui diskusi, sosialisasi, dan kegiatan bersama masyarakat, saya merasakan bahwa moderasi beragama bukan sekadar teori, melainkan nilai yang harus diterapkan secara nyata untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di lingkungan sekitar.

Selain pembelajaran lapangan, KKN Nusantara di Kulon Progo mengajarkan saya tentang pentingnya kebersamaan dan membangun relasi yang kuat dengan sesama peserta dari berbagai daerah. Persahabatan yang terjalin tidak hanya menjadi sumber motivasi, tetapi juga memperkaya pengalaman dan wawasan soal keragaman Indonesia. Rasanya seperti memiliki keluarga kedua yang mendukung setiap langkah perjuangan kami selama di lokasi.

 

Apa bentuk program kerja yang dilakukan selama di Kulon Progo?

Pertama, Les privat bahasa Arab. Program ini diadakan untuk membuka wawasan sekaligus menambah keterampilan bahasa bagi masyarakat, khususnya bagi pelajar dan santri di lokasi KKN. Melalui les privat ini, peserta didik mendapatkan pembelajaran intensif yang tidak hanya mengenalkan kosakata dan tata bahasa Arab, tetapi juga nilai-nilai budaya dan agama yang terkandung dalam bahasa tersebut. Harapannya, kegiatan ini dapat mempermudah akses pendidikan agama sekaligus menumbuhkan minat belajar bahasa asing yang dapat membuka peluang ke depan baik di bidang akademik maupun karier.

Kedua, Digitalisasi UMKM. Program ini bertujuan memodernisasi usaha mikro, kecil, dan menengah yang ada di desa dengan memanfaatkan teknologi digital. Pelatihan ini mencakup penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran, pengelolaan keuangan berbasis aplikasi, serta pelatihan pembuatan konten digital untuk promosi produk. Melalui digitalisasi ini, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing, menjangkau pasar yang lebih luas, dan menerapkan manajemen usaha yang lebih efektif. Program ini menjadi langkah penting dalam mendukung ekonomi lokal agar semakin adaptif di era digital.

Ketiga, Pohon Kreatif.  Sebuah program inovatif yang menggabungkan seni dan lingkungan hidup. Dalam proker ini, saya KKN bersama anak-anak TPA melakukan berbagai kegiatan kreatif dengan yang berhubungan dengan moderasi beragama dalam kegiatan ini anak-anak dikenalkan dengan agama lain dan diajarkan cara toleransi dengan sesama umat yang beragama. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah mushola, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya tolerasi beragama dan memanfaatkan kreativitas sebagai media edukasi. Pohon Kreatif menjadi simbol kerjasama anak-anak dan mahasiswa dalam menjaga toleransi beragama sekaligus menumbuhkan semangat ibadah untuk anak-anak.

 

Bagaimana Harapan ke depan untuk Pelaksanaan KKN Nusantara?

Harapan saya, program ini terus dilanjutkan. Program ini dapat memperkuat jalinan kolaborasi dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli sosial, meningkatkan toleransi jiwa, serta semangat moderasi umat di tengah masyarakat yang beragam. 

Dengan pelibatan aktif lintas daerah dan kampus, KKN ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi program kerja yang berkelanjutan, berdampak nyata bagi pembangunan desa, serta melahirkan pemimpin muda yang adaptif dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa. Selain itu, harapannya KKN Nusantara akan tetap menjadi wadah pembelajaran budaya, karakter, dan kemampuan berkolaborasi lintas disiplin yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan sosial di masa depan. (*)