Manggar, Di sinilah kami Menjejakkan Bahasa Arab Sepanjang Ruang dan Waktu Pengabdian

avatar M. Thaib Rizki, M.Pd.
M. Thaib Rizki, M.Pd.

106 x dilihat
Manggar, Di sinilah kami Menjejakkan Bahasa Arab Sepanjang Ruang dan Waktu Pengabdian


Belitung Timur (12/08/2025) Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama dan literasi bahasa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Belitung Timur khususnya Desa Kurnia Jaya dengan bergiat aktif dalam pengajaran bahasa Arab. Salah satu bentuk kontribusi yang ditampilkan adalah kehadiran mereka sebagai pengajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Ulum, yang berlokasi di Manggar.

 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memfasilitasi para mahasiswa dalam menerapkan kompetensi profesional mereka, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kepada para siswa di lingkungan madrasah. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa mengampu beberapa materi penting, meliputi pengenalan huruf Arab, pengembangan keterampilan membaca dan menulis, serta metode pembelajaran interaktif yang dirancang untuk memicu minat belajar siswa.

 

Program mengajar ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin dan Rabu, pukul 15.00–16.30 WIB. Jadwal ini disesuaikan dengan waktu belajar siswa, sehingga kegiatan dapat berlangsung optimal tanpa mengganggu agenda pembelajaran lainnya.

 

Maulini, salah satu mahasiswa KKN yang terlibat bersama Zahran dalam pengajaran, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. “Kami sangat menghargai kesempatan berharga ini, karena melalui pengajaran kami di Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Ulum, kami turut membantu memperteguh fondasi pendidikan agama dan bahasa bagi generasi penerus,” ujarnya.

 

Guru madrasah turut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif dan dedikasi mahasiswa. Ia berharap bahwa kerja sama ini dapat menjadi pemicu semangat baru, sehingga kualitas pembelajaran bahasa Arab di madrasah terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kompetensi siswa.

 

Diharapkan, kegiatan serupa dapat dijadikan model kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga keagamaan dalam mewujudkan sinergi positif bagi pengembangan kapasitas pendidikan, khususnya di daerah-daerah seperti Belitung Timur. (*)

(*) Fatimah Azzahra, PBA 2023